Serang,fesbukbantennews.com (8/7/2026) – Hari ini, Rabu 8 Juli 2026 Provinsi Banten dihantam sedikitnya 12 kali gempa. Dengan besaran Magnitudo darib1,8 hingga 5,5. Namun kejadian ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.Meski kedalaman gempa di 10 Km.
Berdasarkan data yang diambil dari kanal resmi BMKG, sebanyak 10 kali gempa menimpa di kawasan Sumur (Ujungkulon) Pandeglang. Sementara,dua kali gempa menimpa di muara Binuangeun,Lebak. Dengan kurun waktu sekitar satu jam,dari pukul 02.44 hingga 04.00 WIB.
Gempa yang terkecil dengan magnitudo 1,8 pada 08-Jul-2026 03:32:46 WIB, Lok: 7.12 LS – 105.65 BT, 40 km Barat Daya. Muara Binuangeun dengan kedalaman 22 km. Sementara yang terbesar dengan magnitudo 5 5 terjadi di Sumur,Pandeglang pada pukul
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto dalam rilisnya menjelaskan, hari Rabu, 08 Juli 2026, pukul 02:44:55 WIB wilayah Selat Sunda diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 pada kedalaman 43 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.83° LS; 105.04° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 62 Km arah Barat Daya Sumur, Banten. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
” Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: pertama. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Sumur. Kedua. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Pandeglang,” kata Wijayanto.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjut dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Hingga pukul 03.05 WIB,jelas dia, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
“Himbauan kepada masyarakat, pertaman Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.,yang kedus, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Dsn pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,” tukasnya.(LLJ).



