Bentuk Solidaritas Terhadap Tahanan Politik, AMUK Banten Gelar Doa Bersama

0
20
Doa Bersama AMUK Banten.

Serang,fesbukbantennews.com (8/7/2026) — Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan (AMUK) Banten menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama Keluarga Tahanan Politik sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan dukungan moral kepada keluarga yang terdampak akibat penahanan anggota keluarganya. Kegiatan ini dilaksanakan setelah proses sidang pembacaan pledoi dan dihadiri oleh mahasiswa, keluarga tahanan, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat umum.Doa Bersama AMUK Banten.

Kegiatan ini berangkat dari rangkaian peristiwa yang terjadi pasca aksi demonstrasi di kawasan Lampu Merah Ciceri, Kota Serang. Setelah aksi tersebut berujung pada kerusuhan, aparat kepolisian melakukan penangkapan terhadap 12 orang aktivis yang kemudian menjalani proses hukum. Penangkapan tersebut memunculkan perhatian dari berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil, yang menilai penting untuk terus mengawal proses hukum agar berlangsung secara adil, transparan, serta tetap menghormati hak-hak setiap warga negara sesuai prinsip negara hukum.

Mengusung tema “Bersimpuh dalam Doa, Bersatu dan Bergerak dengan Kekuatan Solidaritas Melawan Rezim Otoritarian,” kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memanjatkan doa, memperkuat solidaritas sosial, serta menyampaikan harapan agar setiap proses hukum berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Selain doa bersama, rangkaian acara diisi dengan diskusi, penyampaian keresahan dari keluarga tahanan politik, serta penyampaian pernyataan sikap dari Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan Banten mengenai pentingnya perlindungan hak-hak setiap warga negara dalam proses penegakan hukum.

Perwakilan Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan Banten, Ridwan, menyatakan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi keluarga para tahanan yang tidak jarang turut merasakan beban sosial, psikologis, maupun ekonomi akibat proses hukum yang sedang berlangsung.

“Doa bersama ini merupakan ikhtiar moral dan kemanusiaan. Kami ingin menghadirkan ruang yang menguatkan keluarga para tahanan sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap nilai-nilai keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme hukum yang adil dan berlandaskan konstitusi,” ujar Ridwan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Setapol Indonesia, Khariq, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam membangun ruang solidaritas bagi keluarga para tahanan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moral sekaligus pengingat bahwa kepedulian terhadap proses penegakan hukum, hak asasi manusia, dan kondisi keluarga para tahanan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, solidaritas dari berbagai elemen masyarakat menjadi penting untuk memastikan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan tetap terjaga dalam setiap proses hukum yang berlangsung.

Aliansi Mahasiswa Untuk Keadilan Banten menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat damai, terbuka, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, aliansi berharap semakin banyak elemen masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap keluarga para tahanan, sekaligus mendorong terciptanya ruang dialog yang konstruktif demi terwujudnya kehidupan demokrasi yang sehat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penegakan hukum yang berkeadilan.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here