Puluhan Anak Berkebaya Jadi Magnet Pengunjung Mall of Serang

0
12
Puluhan Anak Berkebaya Jadi Magnet Pengunjung Mall of Serang.

Serang,fesbukbantennews.com (27/7/2026) – Puluhan anak mengenakan kebaya warna-warni menjadi pusat perhatian pengunjung di Mall of Serang, Kota Serang, Minggu (26/7/2026). Dengan langkah percaya diri di atas panggung, mereka menampilkan keanggunan busana tradisional Indonesia dalam kegiatan “Ketjil-Ketjil Berkebaya” yang digelar Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Banten untuk memperingati Hari Kebaya Nasional 2026.Puluhan Anak Berkebaya Jadi Magnet Pengunjung Mall of Serang.

Suasana pusat perbelanjaan yang biasanya dipenuhi aktivitas belanja berubah menjadi panggung budaya. Puluhan peserta cilik berlenggak-lenggok mengenakan kebaya dengan beragam motif dan warna dalam Fashion Show Kebaya Anak. Penampilan mereka tak hanya menghibur pengunjung, tetapi juga membawa pesan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai sejak usia dini.

Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Banten, Ratu Ina Nurul Ainayah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kebaya kepada anak-anak agar tumbuh rasa bangga terhadap budaya bangsa. Menurutnya, kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol identitas perempuan Indonesia yang mencerminkan nilai keanggunan, kesederhanaan, dan keluhuran budaya.

“Kami ingin anak-anak mencintai kebaya sejak dini,” kata Ina.

Ia menjelaskan, kebiasaan mengenalkan kebaya kepada anak sejak kecil diyakini akan membentuk kecintaan terhadap budaya sendiri. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya mengenal kebaya sebagai busana untuk acara tertentu, tetapi juga memahami nilai sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ina menilai pelestarian kebaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga. Karena itu, PBI Banten terus mendorong orang tua untuk mengenalkan dan membiasakan anak mengenakan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

“Jangan sampai kebaya terlupakan atau diakui bangsa lain,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat mulai menjadikan kebaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, setidaknya dengan memiliki dan mengenakannya pada berbagai kesempatan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Kegiatan “Ketjil-Ketjil Berkebaya” juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional, hiburan pantomim dan karakter Badut dari Banten Ceria bertema Cinta Kebaya, serta Fun Talk on Stage yang mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga kebaya sebagai identitas budaya Indonesia.

Menurut Ina, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak anak yang tumbuh menjadi generasi pelestari budaya.

“Anak-anak inilah yang akan melanjutkan estafet pelestarian kebaya,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, PBI Provinsi Banten ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan di ruang formal. Kehadiran puluhan anak berkebaya di pusat perbelanjaan menjadi bukti bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kebaya di kalangan generasi muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here