Aliansi BEM Banten Bersatu Resmi Dilantik, Perkuat Pengawalan Kebijakan Pendidikan Daerah

0
17
Aliansi BEM Banten Bersatu Resmi Dilantik, Perkuat Pengawalan Kebijakan Pendidikan Daerah.

Serang,fesbukbantennews.com (13/6/2026) – Aliansi BEM Banten Bersatu resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2027 sekaligus menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawalan terhadap kebijakan pendidikan di Provinsi Banten melalui konsolidasi gerakan mahasiswa dan forum diskusi publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.Aliansi BEM Banten Bersatu Resmi Dilantik, Perkuat Pengawalan Kebijakan Pendidikan Daerah.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Pendidikan Banten 2026 tersebut digelar di Aula Universitas Serang Raya dan dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 35 perguruan tinggi se-Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi mahasiswa dalam mengawal berbagai persoalan pendidikan daerah.

Pelantikan pengurus baru didasarkan pada Surat Keputusan Koordinator Pusat Aliansi BEM Banten Bersatu Nomor: 001/SK-KP/ABBB/VI/2026 tentang Pengangkatan dan Penetapan Pengurus Aliansi BEM Banten Bersatu Periode 2026–2027 yang ditetapkan di Serang pada 12 Juni 2026.

Berdasarkan surat keputusan tersebut, ditetapkan susunan pengurus sebagai berikut:

* Suci Indah Lestari sebagai Koordinator Umum;
* Nazario Delima Adventus sebagai Wakil Koordinator Umum;
* Mulki Saumi sebagai Sekretaris Jenderal;
* Syafa’atul Amin sebagai Bendahara Umum;
* Lulu Zalma sebagai Koordinator Isu.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-BEM di Banten sekaligus menjadi representasi kepemimpinan kolektif mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik secara berkelanjutan, khususnya pada sektor pendidikan.

Mengangkat tema “Menguatkan Peran Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Pendidikan Banten yang Inklusif dan Berkualitas”, kegiatan ini menegaskan posisi mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah dan aparat, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Banten, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis sekaligus partner dialog pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih partisipatif.

Dalam sesi diskusi publik, peserta membahas berbagai isu strategis pendidikan di Provinsi Banten, mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, biaya pendidikan, hingga efektivitas kebijakan pemerintah daerah. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan yang konstruktif.

Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, Suci Indah Lestari, menegaskan bahwa konsolidasi lintas kampus merupakan kekuatan moral yang penting dalam mengawal kebijakan publik.

“Konsolidasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa Banten siap mengambil peran strategis dalam mengawal pendidikan. Kami tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai kekuatan perubahan yang akan terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan solusi terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, hasil diskusi publik yang digelar akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan daerah.

Aliansi BEM Banten Bersatu juga menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa serta terus melakukan advokasi terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Melalui pelantikan dan diskusi publik ini, Aliansi BEM Banten Bersatu berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pendidikan di Provinsi Banten yang inklusif, merata, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(fun/LLJ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here