Pengukuhan Dekopinwil Menjadi Momentum Penataan Peran Koperasi di Provinsi Banten

0
39
Dekopinwil Banten.

Serang,fesbukbantennews.com (12/6/2026) – Pengukuhan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten periode 2026 – 2030 menjadi momentum penting untuk melakukan penataan peran koperasi di Provinsi Banten. Koperasi harus dikembalikan kepada ruh-nya sebagai gerakan ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.Dekopinwil Banten.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Harian Dekopin RI Priskhianto yang disaksikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia Farida Farichah, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, pimpinan daerah dan pemangku kebijakan lainnya, serta sejumlah tokoh masyarakat di Pendopo Gubernur Banten, Jumat (12/6/2026).

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Dekopinwil harus mampu membangun kelembagaan koperasi yang sehat, kuat permodalannya, tata kelolanya tumbuh dengan baik serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

“Jika hal itu bisa diwujudkan, maka koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi daerah sekaligus mengurangi kesenjangan sosial,” katanya.

Andra menilai, peran koperasi sangat strategis dalam membangun kemandirian ekonomi daerah serta penguatan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong. Semangat itu, lanjutnya, harus terus diaktualisasikan dalam menghadapi tantangan pembangunan, agar koperasi tetap menjadi instrumen dalam pemerataan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Mari kita hidupkan kembali semangat koperasi sebagai wadah perjuangan ekonomi kerakyatan sebagaimana yang digaungkan oleh bapak koperasi Indonesia,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan, sampai akhir tahun 2025 ada sekitar 6.860 koperasi yang beroperasi di Provinsi Banten. Dari jumlah itu, 5.309 koperasi primer dan 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota. Melalui sinergi dan kolaborasi, Pemprov Banten optimis koperasi di Provinsi Banten akan terus diminati, khususnya oleh kalangan muda.

“Serta mampu menjadi ruang tumbuhnya starup koperasi, ekonomi kreatif serta usaha produktif lainnya,” katanya.

Ketua Dekopinwil Banten Hasbi Sidik berkomitmen untuk melaksanakan segala bimbingan dan arahan yang disampaikan oleh Gubernur Banten. Menurutnya, pengukuhan ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi lebih dari itu ini adalah momentum untuk memajukan koperasi di Provinsi Banten dengan segala tantangannya.

“Koperasi harus mampu menjadi sokoguru dan alat perjuangan dalam peningkatan perekonomian kerakyatan yang bertransformasi menjadi lebih kuat, mandiri, profesional dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dekopinwil Banten Irfan Nur Ma’ruf menambahkan, untuk mewujudkan itu, dibutuhkan sebuah kolaborasi konstruktif yang kuat dan berkelanjutan seluruh lembaga serta stackholder terkait. Dekopinwil Banten sebagai representasi resmi dari gerakan koperasi di tingkat Provinsi, akan terus komitmen menjalankan tugas dan fungsinya dalam melakukan pembinaan, penyaluran aspirasi, advokasi hukum serta menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.

“Kami berharap momentum pengukuhan Dekopinwil Banten ini menjadi momentum untuk memperbaiki mata rantai perkoperasian di Indonesia yang masih carut marut, khususnya di Provinsi Banten,” kata Irfan.

Menurut Irfan, Koperasi harus mampu mengambil sejumlah peran. Salah satunya masalah klasik dalam distribusi barang dan adalah panjangnya rantai pasok. Hal inilah yang menyebabkan harga jual di konsumen tinggi, sementara harga yang didapat produsen atau petani justru rendah.

“Koperasi bisa mengambil peran memangkas rantai pasok. Koperasi bisa menjadi tempat pengumpulan hasil produksi dari petani, peternak, atau pelaku UMKM lainnya di satu pusat distribusi (KopHub). Kalau perlu Koperasi bisa berkolaborasi dengan BUMD di daerah masih-masing. Dengan begitu, para produsen atau petani bisa mendapatkan harga yang wajar karena mereka tidak menjual hasil produksinya ke tengkulak,” terang Irfan.

Irfan mengingatkan, gagasan besar Presiden Prabowo Subianto itu akan terwujud manakala penataan koperasi di Provinsi Banten sudah benar-benar baik. Ini menjadi PR dan komitmen kita bersama.

Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia Farida Farichah berharap Dekopinwil bisa mnejadi kepanjangtanganan dari pemerintah untuk mendorong pengembangan koperasi di masing-masing daerah, termasuk KDMP yang merupakan perwujudan kehadiran negara di setiap desa/keluarahan utnuk ikut menentukan pergerakan ekonomi.

“KDMP milik masyarakat dan harus kita rawat dan besarkan,” pungkasnya.(fun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here