131 Hari Jelajah Nusantara, Amsal Sitepu Serap Aspirasi Ekraf di Untirta Banten

0
12
131 Hari Jelajah Nusantara, Amsal Sitepu Serap Aspirasi Ekraf di Untirta Banten

Serang,fesbukbantennews.com (9/6/2026) – Banten menjadi provinsi ke-9 yang disambangi Amsal Sitepu dalam program 131 Hari Jelajah Nusantara, sebuah perjalanan lintas Indonesia yang dijalankannya untuk menghimpun aspirasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dari berbagai daerah.131 Hari Jelajah Nusantara, Amsal Sitepu Serap Aspirasi Ekraf di Untirta Banten

Pada hari ke-37 perjalanannya, Amsal berdiskusi dengan mahasiswa dalam talkshow dan diskusi publik yang digelar DPW Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Banten di Plataran LA FEBCO Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kampus Sindangsari, Selasa (9/6/2026).

Di hadapan peserta diskusi, Amsal menjelaskan bahwa program 131 Hari Jelajah Nusantara lahir dari pengalaman pribadinya yang pernah menjalani masa penahanan selama 131 hari sebelum akhirnya dinyatakan bebas oleh pengadilan. Pengalaman tersebut ia ubah menjadi gerakan untuk memperjuangkan penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui jalur kebijakan.

Menurutnya, perjalanan ini bukan untuk menuntut ganti rugi dalam bentuk materi, melainkan mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan perlindungan dan kepastian bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Selama mengunjungi berbagai daerah, Amsal menemukan aspirasi yang relatif serupa. Pelaku ekonomi kreatif menginginkan perlindungan hukum, aturan yang jelas saat bekerja sama dengan pemerintah, serta ruang yang lebih luas untuk berkarya dan berkembang.

Khusus di Banten, ia menilai potensi budaya dan kearifan lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Kekayaan budaya, termasuk keberadaan ratusan komunitas adat, dinilai perlu didokumentasikan secara lebih serius agar menjadi aset pengetahuan dan ekonomi di masa depan.

Seluruh masukan yang diperoleh selama perjalanan nantinya akan dirangkum dan diserahkan kepada kementerian terkait sebagai rekomendasi kebijakan nasional bagi sektor ekonomi kreatif.

“Harapannya aspirasi dari daerah tidak berhenti di forum diskusi, tetapi bisa diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan rasa aman bagi pelaku ekonomi kreatif dalam berkarya,” ujar Amsal.

Ketua DPW GEKRAFS Banten Agung Winarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi ekonomi kreatif yang menyasar kalangan kampus melalui GEKRAFS Kampus.

Menurut Agung, salah satu tantangan yang masih dihadapi ekosistem ekonomi kreatif di Banten adalah belum optimalnya pendataan pelaku ekonomi kreatif di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

Selain pendataan, kebutuhan akan ruang kreatif atau creative hub juga menjadi aspirasi yang banyak disampaikan pelaku ekonomi kreatif di Banten. Ruang tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi, pengembangan ide, sekaligus etalase karya kreatif masyarakat.

Melalui forum tersebut, GEKRAFS Banten berharap aspirasi pelaku ekonomi kreatif, khususnya generasi muda di lingkungan kampus, dapat menjadi bagian dari rekomendasi yang dibawa dalam perjalanan 131 Hari Jelajah Nusantara menuju pemerintah pusat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here