Banten Ceria Ajak Anak “Merdeka dari Gadget” Lewat Gerakan Literasi di BMS Symphony

0
48
Penampilann Kak Susi.

Serang,fesbukbantennews.com (10/8/2026) – Memaknai kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui kemeriahan perlombaan. Bagi anak-anak, kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan memberikan ruang untuk belajar, berkreasi, bermain, dan berinteraksi secara langsung tanpa terus bergantung pada layar gawai.Penampilann Kak Susi.

Semangat tersebut dihadirkan Banten Ceria melalui kegiatan literasi bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Symphony di Komplek BMS Symphony, Pakupatan, Kota Serang, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan siswa dan orang tua tersebut dikemas melalui mendongeng dan lomba mewarnai. Selain menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan.

Banten Ceria melihat bahwa di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan gadget dan berbagai aktivitas digital, diperlukan alternatif kegiatan yang mampu mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat interaksi sosial anak.

Karena itu, literasi tidak ditempatkan semata-mata sebagai aktivitas membaca buku. Melalui mendongeng, anak-anak diajak mendengarkan cerita, memahami pesan, menggunakan imajinasi, dan belajar mengenali nilai-nilai kebaikan. Sementara melalui lomba mewarnai, anak memperoleh ruang untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya.

Kegiatan mendongeng yang disampaikan oleh Ka Susi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian warga. Cerita yang disuguhkan tidak hanya menghibur anak-anak, tetapi juga membawa pesan mengenai empati, kepedulian, dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ida, salah seorang warga Komplek BMS Symphony, menilai materi dongeng yang disampaikan Ka Susi sangat mengena bagi anak-anak.

Menurutnya, cerita yang disampaikan dapat menjadi media untuk melatih kemampuan anak dalam memahami perasaan orang lain sekaligus menumbuhkan sikap saling peduli.

“Materi dongeng yang disuguhkan Ka Susi sangat mengena bagi anak-anak, melatih kemampuan empati dan saling peduli. Semoga setiap cerita yang didengar hari ini menjadi bekal untuk membentuk anak yang cerdas, berkarakter, penyayang, dan memiliki akhlak yang baik,” ujar Ida.

Ia menilai cerita memiliki kekuatan tersendiri dalam proses tumbuh kembang anak. Pesan yang disampaikan melalui cerita dapat lebih mudah diterima karena anak belajar melalui imajinasi dan pengalaman yang menyenangkan.

“Karena dari sebuah cerita, bisa tumbuh mimpi, nilai kebaikan, dan karakter hebat dalam diri anak,” katanya.

Bagi Ida, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan karena anak-anak membutuhkan ruang yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membantu membangun karakter sejak usia dini.

Ia pun berharap kegiatan literasi yang digelar TBM Lentera Symphony bersama Banten Ceria dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Untuk Lentera Symphony, kegiatan ini semoga bukan yang terakhir. Tetap laksanakan di lain waktu dan dalam event-event yang lainnya,” ujar Ida.

Penggunaan teknologi telah menjadi bagian dari keseharian anak. Gadget dapat memberikan akses terhadap informasi dan hiburan, tetapi penggunaan yang terlalu dominan juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitarnya.

Di sinilah kegiatan berbasis komunitas seperti yang dihadirkan Banten Ceria bersama TBM Lentera Symphony menjadi relevan.

Anak-anak tidak hanya diajak meninggalkan gadget untuk sementara, tetapi diberikan alternatif aktivitas yang menarik dan bermakna. Mereka dapat bertemu teman sebaya, mendengarkan cerita, mengikuti perlombaan, berkomunikasi, serta menunjukkan kreativitasnya.

Pendekatan tersebut membuat pesan literasi menjadi lebih dekat dengan dunia anak. Belajar tidak harus berlangsung di dalam kelas atau melalui buku teks, tetapi juga dapat hadir melalui cerita, permainan, gambar, dan interaksi bersama.

Bagi orang tua, kegiatan semacam ini juga menjadi pengingat bahwa membangun kebiasaan positif pada anak membutuhkan dukungan lingkungan. Keluarga, komunitas, taman bacaan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak.

Ketua TBM Lentera Symphony, Maskin, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.

Menurut Maskin, kegiatan tersebut mempertemukan anak-anak, orang tua, TBM, panitia, dan masyarakat dalam suasana kebersamaan dan gotong royong.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong antara anak-anak, orang tua, TBM, panitia, dan seluruh warga RT 05 BMS Symphony dalam memeriahkan HUT RI ke-81,” ujar Maskin.

Ia mengatakan TBM Lentera Symphony berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi anak-anak serta masyarakat.

“Dengan semangat Merdeka, Berkarya, dan Bersama TBM Lentera Symphony berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi anak-anak serta masyarakat,” katanya.

Kolaborasi Banten Ceria bersama TBM Lentera Symphony menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Tidak harus melalui kegiatan besar, tetapi dapat tumbuh dari sebuah taman bacaan, lingkungan RT, keterlibatan orang tua, dan kepedulian warga terhadap tumbuh kembang anak.

Lebih dari sekadar lomba mewarnai dan mendongeng, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa anak-anak membutuhkan ruang untuk berinteraksi dan belajar di luar dunia digital.

Tantangannya bukan sekadar menjauhkan anak dari gadget. Yang lebih penting adalah menghadirkan pilihan aktivitas yang cukup menarik sehingga anak memiliki alasan untuk meletakkan gawainya dan beralih kepada cerita, kreativitas, permainan, serta interaksi sosial.

Di titik inilah literasi menjadi lebih dari sekadar kemampuan membaca. Literasi dapat menjadi pintu masuk untuk menanamkan empati, kepedulian, keberanian bermimpi, dan nilai-nilai kebaikan.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merdeka berimajinasi, merdeka berkarya, dan merdeka tumbuh dalam lingkungan yang mendukung karakter mereka.

Sebab, dari sebuah cerita bisa tumbuh mimpi. Dari sebuah kegiatan sederhana bisa tumbuh kebiasaan. Dan dari lingkungan yang peduli, dapat tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, karakter, dan akhlak yang baik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here