Lima Tahun Menanti Bedolan Pamarayan, Warga Demo dan Blokir Jembatan

0
67
Demo warga Pamarayan.

Serang,fesbukbantennews.com (10/10/2026) – Ratusan warga memblokir akses Jembatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Sabtu (10/10/2026), setelah tradisi Bedolan Pamarayan yang dinantikan masyarakat batal digelar. Aksi protes tersebut berakhir dengan kesepakatan penjadwalan ulang. Bedolan Pamarayan direncanakan berlangsung pada 17 Oktober 2026 selama tiga hari tiga malam.Demo warga Pamarayan.

Sejak pukul 07.00 WIB, warga mendatangi gedung kontrol Bendung Pamarayan, kantor Unit Pengelolaan Irigasi Daerah Irigasi Ciujung, BBWS C3, di Desa Panyebrangan, Kecamatan Cikeusal. Sejumlah warga membawa jaring dan peralatan menangkap ikan karena berharap tradisi yang telah menjadi budaya masyarakat itu tetap dilaksanakan.

Hingga siang hari, massa menutup akses Jembatan Pamarayan yang menjadi jalur vital penghubung wilayah Pamarayan dengan Serang. Warga membakar ban bekas dan membentangkan pagar bambu di jalan. Situasi sempat memanas hingga terjadi kericuhan antara massa aksi dan warga yang melintas.

Kapolsek Cikeusal Iptu Haerus mengatakan, pihaknya telah berupaya mengamankan situasi dan menggelar audiensi dengan perwakilan masyarakat. Namun, warga tetap meminta Bedolan Pamarayan dilaksanakan serta ingin bertemu dengan pemerintah daerah dan pengelola bendungan.

“Dari jam 7 pagi warga datang, tadi sudah dilakukan audiensi dengan perwakilan masyarakat, namun tetap ingin Bedolan tetap dilaksanakan,” ujar Haerus.

Batal karena pertimbangan keselamatan

Bedolan Pamarayan sebelumnya direncanakan berlangsung pada 10 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-500 Kabupaten Serang. Namun, BBWS C3 memutuskan tidak melakukan pengurasan bendung dan tidak membuka pintu Bendung Pamarayan.

Keputusan tersebut tertuang dalam berita acara tertanggal 7 Oktober 2026, sebagai tindak lanjut surat persetujuan kegiatan Bedolan Pamarayan nomor HM0504/B/Bbws3/2026/887.

Dalam dokumen itu, BBWS C3 menyebut kekhawatiran terjadinya bencana longsor akibat laju abrasi yang berkaitan dengan kegiatan Bedolan Pamarayan sebagai pertimbangan tidak dilakukannya pengurasan bendung.

Pembatalan tersebut memicu kekecewaan warga yang telah lama menantikan pesta rakyat itu.

Nasrul Hidayat (31), warga Desa Panyebrangan, mengaku sudah bertahun-tahun menunggu tradisi tersebut kembali digelar.

“Sudah lima tahun gak ada Bedolan Pamarayan,” katanya.

Menurut Nasrul, tradisi itu memiliki ikatan emosional bagi masyarakat, termasuk warga yang merantau ke luar kota. Saat Bedolan digelar, mereka biasanya pulang ke kampung halaman untuk ikut meramaikan pesta rakyat.

Disepakati digelar 17 Oktober

Setelah aksi berlangsung, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan memfasilitasi komunikasi antara perwakilan BBWS C3, Pemerintah Kabupaten Serang, dan masyarakat. Dari komunikasi tersebut, disepakati Bedolan Pamarayan dijadwalkan ulang pada 17 Oktober 2026.

“Diundur minggu depan,” kata Andri.

Ia mengatakan, pelaksanaan tradisi tersebut akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan BBWS C3 dengan mempertimbangkan aspek teknis. Sosialisasi kepada masyarakat juga akan dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Selain Bedolan Pamarayan, warga mengusulkan kegiatan istighosah dan pesta rakyat yang mencakup hiburan wayang serta kegiatan UMKM. Persiapan lokasi dan fasilitas pendukung akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Ketua Tim Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Unit Pengelola Irigasi Daerah Irigasi Ciujung, Tanto, menjelaskan bahwa pertimbangan keselamatan menjadi alasan penting dalam pengambilan keputusan.

Menurutnya, pengurasan bendung berpotensi mempercepat aliran sungai dan memicu pengikisan di sejumlah titik. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada rumah-rumah di tepi sungai wilayah hulu maupun sejumlah titik di hilir.

Selain itu, air yang tertampung di Bendung Pamarayan dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan pertanian. Karena itu, pelaksanaan kegiatan perlu mempertimbangkan kondisi sungai dan kebutuhan air masyarakat.

Tanto mengapresiasi komunikasi yang difasilitasi Kapolres Serang bersama masyarakat hingga tercapai kesepakatan penjadwalan ulang.

Ia menegaskan, pertimbangan teknis tersebut bukan untuk menghambat tradisi, melainkan demi keselamatan dan keamanan bersama.

Dengan kesepakatan tersebut, Bedolan Pamarayan direncanakan kembali digelar mulai 17 Oktober 2026 selama tiga hari tiga malam, dengan persiapan dan koordinasi lebih lanjut antara pemerintah daerah, BBWS C3, dan masyarakat.(fun/LLJ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here