Cilegon,fesbukbantennews.com (10/10/2026) – Kesiapan menghadapi situasi darurat membutuhkan keterampilan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama di bawah tekanan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Forum Potensi SAR (FotSAR) Banten bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten menggelar penyegaran materi High Angle Rescue Technique (HART), di Lapangan BAPOR KS, Jalan KH. Yasin Beji, Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMKN 1 Cinangka, anggota Pramuka SMP Negeri 3 Cilegon, Menwa Banten, mahasiswa, hingga relawan kemanusiaan.
Koordinator Forum Potensi SAR Banten, Ahmad Taufik, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, khususnya operasi penyelamatan di medan ketinggian.
“Penyegaran materi ini penting agar peserta kembali memahami teknik penyelamatan yang benar, penggunaan peralatan, serta prosedur keselamatan yang harus dipatuhi. Dalam operasi SAR, kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan kedisiplinan dan kesiapan personel,” ujar Taufik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari kembali prinsip-prinsip penyelamatan di medan vertikal, penggunaan peralatan keselamatan, serta prosedur dan teknik yang tepat dalam pelaksanaan operasi pertolongan. Materi juga menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kerja sama tim untuk mengurangi risiko selama proses penyelamatan.
Menurut Taufik, penguasaan teknik penyelamatan tidak cukup hanya melalui pemahaman teori. Latihan secara berkala diperlukan agar peserta semakin mengenali potensi bahaya, memahami fungsi peralatan, dan mampu mengambil tindakan sesuai prosedur ketika menghadapi situasi darurat.
“Melalui latihan bersama seperti ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa setiap tindakan penyelamatan harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Jangan sampai niat menolong justru menambah risiko bagi penolong maupun korban. Karena itu, keselamatan harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan di kalangan generasi muda. Keterlibatan pelajar, mahasiswa, Pramuka, dan relawan diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya kesiapsiagaan serta peran masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Taufik berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan sesaat, tetapi menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang pencarian dan pertolongan.
“Harapan kami, para peserta dapat membawa ilmu yang diperoleh ke lingkungan masing-masing, terus meningkatkan kompetensi, dan siap berkolaborasi ketika dibutuhkan dalam misi kemanusiaan. Pegangan kita jelas: keselamatan adalah prioritas, keterampilan adalah bekal, dan kemanusiaan adalah tujuan,” tuturnya.
Melalui kegiatan penyegaran HART ini, Forum Potensi SAR Banten bersama Basarnas Banten mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia serta kolaborasi lintas komunitas dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di wilayah Banten.
Dengan latihan yang berkelanjutan, diharapkan tumbuh generasi muda yang tangguh, terampil, disiplin, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, sehingga mampu berkontribusi dalam upaya pencarian, pertolongan, dan penanganan bencana dengan tetap mengutamakan keselamatan.(fun/LLJ).



