Lebak,fesbukbantennews.com (23/5/2026) – Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Pencab Lebak resmi dibentuk melalui agenda deklarasi, pengukuhan, dan pelantikan kepengurusan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat eksistensi olahraga pendakian gunung di Kabupaten Lebak sekaligus mempertegas peran organisasi dalam bidang olahraga, pendidikan, konservasi, dan keselamatan pendakian.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 31 pengurus resmi dilantik, termasuk 12 kepala bidang yang akan menjalankan roda organisasi di berbagai sektor strategis. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Harian AOPGI Banten, Fauzan Azqia Fathul Huda, S.Or., yang menyampaikan bahwa terbentuknya AOPGI Lebak menjadi energi baru bagi perkembangan olahraga pendakian gunung di Provinsi Banten.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah dan stakeholder Kabupaten Lebak, di antaranya unsur dari Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Dindik), serta Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Lebak. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga alam terbuka sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan gerakan konservasi lingkungan.
Ketua Umum AOPGI Lebak, Rido Alamsyah, menegaskan bahwa AOPGI hadir bukan hanya sebagai komunitas pendaki gunung, tetapi juga sebagai wadah strategis yang memiliki visi besar dalam membangun ekosistem pendakian yang profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada seluruh elemen masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga sektor swasta. Dengan fokus utama membangun gerakan pendakian gunung yang sehat, aman, edukatif, berprestasi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan konservasi,” ujar Rido Alamsyah, Sabtu (23/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa arah gerakan organisasi mengacu pada empat aspek utama, yaitu pendidikan, rekreasi, prestasi, serta konservasi dan eksplorasi. Menurutnya, olahraga pendakian gunung kini tidak lagi dipandang sekadar hobi, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki nilai pembinaan, disiplin, dan kontribusi terhadap pelestarian alam.
AOPGI sendiri dikenal aktif mengkampanyekan keselamatan pendakian dan edukasi lingkungan hidup. Organisasi ini juga telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten dalam pelaksanaan program edukasi dan pembinaan kepemudaan berbasis alam terbuka. Selain itu, AOPGI turut terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi dan penghijauan di wilayah Banten.
Sebagai organisasi olahraga, AOPGI menaungi tiga cabang olahraga yang telah terdaftar, yakni Kebut Gunung, Lintas Alam, dan Tree Climbing. Ketiga cabang tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mencetak atlet-atlet olahraga alam terbuka yang kompetitif dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Harian AOPGI Banten, Fauzan Azqia Fathul Huda, S.Or., menyampaikan bahwa pengukuhan kepengurusan AOPGI Lebak menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan olahraga pendakian gunung di Provinsi Banten.
“Dengan dikukuhkannya kepengurusan AOPGI Lebak, kami semakin optimis terhadap masa depan olahraga pendakian gunung di Banten. Hari ini kita sedang membangun fondasi besar bahwa pendaki gunung bukan lagi sekadar identitas hobi, tetapi sebuah profesi, kompetensi, dan gerakan sosial yang memiliki nilai pendidikan, keselamatan, dan konservasi,” tegasnya.
Melalui deklarasi dan pelantikan tersebut, AOPGI Lebak diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan pendaki gunung yang progresif, profesional, serta melahirkan generasi pecinta alam yang berintegritas, berprestasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.



