Serang,fesbukbanntennews.com (15/6/2026) – Prosesi khidmat Haflatun Najah wa Tafwidusy Syahadah atau Wisuda Kelulusan Tahun Ta’lim 2025-2026 Pondok pesantren Sabilurrahman,di Cibajo, Walantaka,Kota Serang, Ahad 14 Juni 2026 berlangsung meriah dan dipenuhi ribuan tamu undangan dan orang tua santri.
Dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Banten, staf ahli Walikota Serang, selain diramaikan oleh da’i Ustadz Sholeh Mahmoed atau biasa disebut dengan ustadz Solmed,juga diramaikam dengan penggalangan dana untuk Palestina.
Dalam kegiatan tersebut, pesantren Sabilurohman telah menghasilkan 33 santri hafidz terbaik.
Pendiiri dan juga pimpinan Pesantren Sabilurohman, KH Ofa Musthofa dalam sambutannya mengatakan, meski belum lama berdiri, pesantren tersebut sudah melahirkan ratusan hafidz. Bahkan tak sedikit yang melanjutkan kuliah ke luar negeri.
“Santri dari kami ada yang melanjutkan ke Yaman, Kairo,mesir ,bahkan Malaysia,” kata Ustasz Ofa.
Beliau juga menegaskan, bahwa selendang dan ijazah yang dikenakan para santri lulusan ini bukan yang hakiki. Namun hafalan yang ada di masing-masing santri untuk bekal di dunia dan akherat.
“Masyarakat tidak melihat atau menanyakan selendang dan ijazah kelulusan, akan tetapu akan melihat hafalan serta ahlaknya,” jelasnya.
Oleh karena itu, hafalan adalah mahkota. Jangan sampai lulus dari pesantren inu mahkotanya pecah dan tak bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebab pesantren fungsinya adalah mencetak pribadi -pribasdi yang bermanfaat bagi masyarakat,”tukasnya.
Kepala Kantor Kemenag Banten dalam sambutannya mengatakan, bahwa pesantren adalah sarana untuk membentuk pribadi-pribadi yang siap menghadapi tantangan ke depan.
“Jika dulu kita dijajah dengan senjata,maka sekarang dijajah dengan teknologi. Oleh karenanya perlu bekal yang kuat menghadapi tantangan ke depan, ” katanya.
Sementara itu dalam tausiyahnya, ustadz Solmed mengatakan, bahwa sekolah adatu mondok bukan sekedar pintar.” Tapi yang paling perlu adalah ahlaknya,” kata Ustadz Solmed. (LLJ).



