Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kader IMM Harus Tolak Tenaga Kerja Asing di Banten

Kader IMM Harus Tolak Tenaga Kerja Asing di Banten

Tangerang,fesbukbantennews.com (24/10/2015) – Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan membanjiri provinsi Banten harus disikapi. Pertama, aktivis dari kalangan mahasiswa harus menyerukan tolak TKA, terkecuali pengangguran di Banten sudah berkurang. Kedua, agar mahasiswa menyerukan kepada pemerintah kabupaten, kota dan provinsi melakukan tindakan konkret untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga, agar mengajak semua kalangan untuk mendukung gerakan ini.

Darul Arqam Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tangerang, di Gedung Graha Pemuda kabupaten Tangerang.

Darul Arqam Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tangerang, di Gedung Graha Pemuda kabupaten Tangerang.

Hal itu diungkapkan oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Banten, Yogi Iskandar saat menjadi pembicara dalam acara Darul Arqam Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tangerang, di Gedung Graha Pemuda kabupaten Tangerang.

“Kita harus bangkit, penjajahan hadir dalam bentuk lain. Banten yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya, kini hanya akan dinikmati oleh penduduk asing. Sementara warga pribumi hanya menjadi penonton.” ujar ketua IMM Banten, Yogi Iskandar, Sabtu 24 Oktober 2015.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti acara Darul Arqam, yang juga mengangkat tema, Menciptakan Pemimpin yang Unggul dalam Rangka Mewujudkan Cita-cita Muhammadiyah”, Yogi menilai pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Banten tidak cekatan dalam mempersiapkan arus globalisasi yang semakin mengancam warga setempat.

“Saat ini 10.000 lebih warga asing kerja di Banten, esok akan dibanjiri oleh 35.000 TKA. Sementara pemerintah provinsi saja tidak mempersiapkan apa-apa. Apa lagi di sebagian kabupaten dan kota yang sedang menyelenggarakan pilkada, pemerintah terkesan hanya suksesi, dan mengesampingkan urusan rakyat.” tutur Yogi penuh kecewa.

Masih kata Yogi, ia menggambarkan pembangunan besar di provinsi Banten dan efeknya jika tidak dipersiapkan oleh masyarakat dan pemerintah. Menurutnya kondisi masyarakat akan semakin terpuruk jika para pemimpin di pemerintahan tidak menyikapi hal tersebut dengan serius.

“Kita mahasiswa harus kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar, tentunya akan menjadi tangis kita bersama saat kekayaan alam di Banten hanya menjadi syarat memperkaya kelompok. Wacana pembangunan seperti Bandara dua kali lebih besar dari Bandara Soeta akan di Bangun di Kabupaten Lebak, Pelabuhan Marina terbesar se-Asia akan di buat di Pandeglang selatan” katanya

Ketua IMM juga khawatir dengan pembangunan mercusuar di Banten tanpa kesiapan masyarakatnya. Pasalnya, ia mencontohkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang akan menjadi momok yang menakutkan jika warga setempat hanya dijadikan pekerja kasar.

Selain itu, ketua Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Tangerang, Agung Dermawan mengungkapkan kegembiraannya bisa dihadiri oleh ketua IMM Banten yang juga sebagai alumni International Youth Forum (Forum Pemuda Internasional)

“Tentu sangat berterimakasih, kakanda Yogi Iskandar sebagai ketua DPD IMM Banten yang juga peserta dalam Internasional Youth Forum Korea 2015 telah berkenan hadir memenuhi undangan kami” kata Agung.(gie/LLJ)

Copyright @2016 FBn