Hari Kedelapan Pencarian, Tim SAR Kembali Sisir Selat Sunda, Hasil Masih Nihil

0
26
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (tengah).

Pandeglang,fesbukbantennews.com (15/9/2026) – Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan Selat Sunda pada hari kedelapan pencarian delapan orang yang hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi mengalami hilang kontak di perairan selat sunda sekitar Gunung Anak Krakatau. Hingga Selasa (15/9/2026), belum ditemukan tanda keberadaan mereka.Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (tengah).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi hari kedelapan merupakan bagian dari masa tambahan pencarian selama tiga hari yang diputuskan setelah evaluasi pada hari ketujuh.

“Memasuki hari ke-8 terhadap kecelakaan kapal, speedboat yang lost contact di perairan Selat Sunda, dalam hal ini di sekitar Gunung Krakatau,” kata Al Amrad saat konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Carita, Pandeglang, Selasa.

Pada hari kedelapan, sebanyak 20 alat utama sistem keselamatan (alut) unsur laut dikerahkan. Terdiri dari empat KRI, dua KAL, satu RBB TNI AL, delapan kapal KP Polairud serta tiga KN SAR dari Kantor SAR Banten, Jakarta dan Lampung. Selain itu, dua RIB dari Kantor SAR Lampung dan Banten turut terlibat.

Pencarian dibagi dalam sejumlah sektor dengan total area mencapai sekitar 4.762 mil laut persegi.

Di sektor A seluas sekitar 1.026 mil laut persegi, KRI Gili Manuk dan KRI Lauser melakukan pencarian selama sekitar 10 jam di sebelah barat perairan Teluk Belimbing, Lampung. Hasilnya nihil.

Sektor B seluas sekitar 780 mil laut persegi disisir KN SAR Antasena dan KP Sanjaya selama sekitar 10 jam di sekitar perairan Pulau Panaitan. Hasilnya juga nihil.

Sementara sektor C seluas sekitar 825 mil laut persegi disisir KN SAR 247 Tetuka selama sekitar sembilan jam, mulai wilayah timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau dengan radius sekitar empat kilometer.

Di sektor ini, tim juga menindaklanjuti informasi dari video yang beredar di media sosial mengenai objek yang disebut menyerupai bangkai kapal. Pengecekan dilakukan menggunakan sea rider dan drone, namun tidak ditemukan objek yang dimaksud.

Pencarian juga dilakukan KRI Lepu selama sekitar 10 jam di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau dan KRI Kerambit selama sekitar delapan jam di tenggara Pulau Sebesi. Keduanya nihil.

Sektor D seluas sekitar 872 mil laut persegi disisir KN SAR Pasu Dewa selama sekitar 10 jam 30 menit dari perairan barat laut Gunung Anak Krakatau hingga perairan Legundi. RIB Lampung, KAL dan unsur lainnya juga melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sebuku, Gunung Krakatau, Anyer hingga Pulau Sebesi.

Di sektor F seluas sekitar 459 mil laut persegi, RIB-02 Banten menyisir perairan Sumur hingga Tanjung Lesung. RBB TNI AL melakukan pencarian dari pesisir Anyer hingga Carita.

Sejumlah kapal Polairud juga menyisir garis pantai sisi barat selama sekitar sembilan jam. Seluruh pencarian belum menemukan tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian umumnya berawan dan berkabut dengan jarak pandang sekitar 1 hingga 1,5 kilometer. Tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 2,5 meter. Di wilayah operasi Selat Sunda, gelombang berkisar 0,5 hingga 0,75 meter, sedangkan ke arah Samudera Hindia mencapai maksimal 2,5 meter.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III. Namun, selama pencarian hari kedelapan tidak terjadi erupsi.

Al Amrad mengatakan pencarian juga diperluas melalui koordinasi dengan KSOP untuk memonitor kapal yang melintas. Informasi turut disebarluaskan kepada Kantor SAR Lampung dan Bengkulu.

Tim SAR Bengkulu juga melakukan penyisiran di sisi barat Bengkulu hingga Pulau Enggano. Koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas dan nelayan di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Ujung Kulon, terus dilakukan.

“Hingga ini juga informasi masih nihil,” kata Al Amrad.

Operasi SAR kini memasuki masa tambahan tiga hari hasil evaluasi, dengan seluruh unsur tetap melakukan pencarian dan pemantauan di wilayah yang telah ditentukan.(fun/LLJ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here