Serang,fesbukbantennews.com (24/8/2026) – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) meningkat pada Senin (24/8/2026) dinihari Hingga pukul 23.10 WIB, gunung api di Selat Sunda itu tercatat mengalami 18 kali erupsi.
Letusan terakhir pukul 23:10 WIB dengan tinggi kolom erupsi teramati 300 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut.
Dengan kolom erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 56 mm dan durasi ± 3 menit 7 detik.
Dinukil dari informasi KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau,letusan fase pertama dari mulai pukul 00.00 win hingga 06.00 wib, asap letusan masih kisaran 100 meter diatas permukaan laut.
Sementara kolom abu tertinggi terjadi pada pukul 17:09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi sementara ini ± 54 detik.
Sementara letusan ke 18, terjadi pada 24 Agustus 2026 pukul 23:10 WIB dengan tinggi kolom erupsi teramati ± 300 meter di atas puncak atau 457 meter di atas permukaan laut.
Kolom erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 56 mm dan durasi ± 3 menit 7 detik.
Hingga saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:
Masyarakat, pengunjung, wisatawan,pendaki tidak mendekati Gunung nak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.(LLJ).



