Serang,fesbukbantennews.com (3/7/2026) – Seiring meningkatkatnya aktivitas Gunungapi Anak Krakatau (GAK) yang berada di Provinsi Lampung , status GAK dinaikam statusya dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) Tanggal 2 Juli 2026 Pukul 16.30 WIB.
Hal tersebut diketahui dari rilis yang diterima redaksi fesbukbantennews.com dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.(ESDM) dengan nomor : 1154.Lap/GL.03/BGL,2026.
“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas
Gunungapi Anak Krakatau dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga)
terhitung mulai tanggal 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB, dengan rekomendasi pada Level
III (Siaga),” Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral , Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria , Kamis 2 Juli 2026.
Dengan rekomendasi ,lanjut dia, masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya
awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,”jelasnya.
Selama periode tanggal 16 Juni – 2 Juli 2026 terekam 740 kali gempa Hembusan, 24 kali gempa Harmonik, 247 kali gempa Low Frequency, 520 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 16 kali gampa Tremor Menerus, 2 kali gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan 5 kali Gempa Tektonik Jauh.
Data tiltmeter Stasiun Kras, dan Lava93 periode tanggal 16 Juni – 2 Juli 2026 memperlihatkan pola fluktuatif dengan
kecenderungan konstan / mendatar pada komponen Y. Sementara itu, stasiun tiltmeter
Tanjung memperlihatkan pola fluktuatif dengan kecenderungan meningkat (inlfasi) dalam skala rendah. (LLJ).



