Serang,fesbukbantennews.com (9/5/2026) – Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten bersama Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar talkshow kreatif dalam rangka Pekan Literasi Untirta (PELITA) 2026, Kamis (7/5/2026), di Auditorium Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang.
Mengusung tema “Mengupas IDE, Meraup Cuan di Platform Digital”, kegiatan tersebut membahas strategi pengelolaan konten profesional hingga mekanisme monetisasi di platform digital, khususnya YouTube.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa, komunitas kreatif, dan pelaku industri digital untuk memahami peluang ekonomi kreatif di era transformasi digital. Saat ini, konten video dinilai tidak lagi sekadar media ekspresi, tetapi juga telah berkembang menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai besar.
Namun demikian, masih banyak kreator lokal maupun mahasiswa yang belum memahami pentingnya tata kelola hak cipta, distribusi konten, hingga peran agregator dalam mengoptimalkan pendapatan digital.
Hadir sebagai narasumber utama, Co-founder sekaligus CBDO Indonesia Digital Entertainment (IDE), Miftah Farid, memaparkan pentingnya mekanisme agregasi dalam mendukung kreator menembus pasar global. Menurutnya, dukungan teknis terkait distribusi karya dan transparansi pelaporan royalti menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan
“YouTube adalah ekosistem yang luas. Melalui agregasi yang tepat, seorang kreator tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan karya mereka terlindungi secara hukum dan terdistribusi ke berbagai Digital Service Provider (DSP) secara efisien,” ujar Miftah Farid di hadapan peserta talkshow.
Selain itu, sesi diskusi turut diperkuat oleh praktisi kreatif dari IDE, yakni Bobby, Luthfi, dan Arif, yang membagikan pengalaman mereka dalam mengelola konten secara profesional. Mereka menyoroti pentingnya kolaborasi dengan agregator profesional guna menjaga keberlanjutan karier di industri kreatif digital.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan dinamis dengan dipandu moderator Nagar Juna atau yang dikenal sebagai DJ Masjun. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi tanya jawab yang membahas peluang monetisasi konten hingga tantangan kreator digital saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, Fekraf Banten berharap dapat menjembatani kesenjangan literasi antara dunia akademik, komunitas, dan industri kreatif digital. Pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen konten dan monetisasi diharapkan mampu membuka peluang karier baru yang inovatif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.
Fekraf Banten juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah literasi digital dan penguatan jejaring antara akademisi dengan pelaku industri kreatif nasional.
Pekan Literasi Untirta (PELITA) merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kapasitas literasi mahasiswa di berbagai bidang, mulai dari literasi digital, keuangan, hingga ekonomi kreatif. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan tantangan industri masa depan.(fun/LLJ)



