Pandeglang,fesbukbantennews.com (1/5/2026) – Sebuah ember berisi ikan lele masih tersimpan di rumah Milal. Ikan itu ia pancing sehari sebelum kejadian. Namun hingga kini, tak satu pun sempat dimasak.
TB M. Atharul Milal (10), siswa kelas 4 SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan tragis di depan sekolahnya, Kamis (30/4/2026).
Peristiwa itu terjadi saat jam istirahat. Sebuah minibus yang dikendarai salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang diduga hilang kendali, lalu menabrak sejumlah siswa yang berada di depan sekolah.
Milal yang baru berulang tahun pada 6 April kemarin menjadi salah satu korban paling parah dalam kejadian tersebut.
Kisah sederhana tentang ikan lele yang ia pancing sehari sebelumnya kini berubah menjadi kenangan yang menyayat hati bagi keluarga.
“Sehari sebelumnya Milal mancing lele, belum sempat dimakan. Ikan lelenya masih ada,” ujar Ulfi, kerabat keluarga korban, Jumat (1/5/2026).
Tak hanya itu, di pagi hari sebelum berangkat sekolah, Milal juga menunjukkan sikapnya sebagai anak yang berbakti.
“Ia bantu ibunya beresin rumah, angkat kasur sampai rapi,” katanya.
Aktivitas sederhana itu menjadi momen terakhir kebersamaan yang tak pernah disangka.
“Kalau saya tahu itu yang terakhir, nggak akan saya suruh berangkat,” ungkap sang ibu, seperti dituturkan Ulfi.
Di mata keluarga, Milal dikenal sebagai anak yang penyayang, terutama kepada adik-adiknya.
“Dia sayang banget sama adik-adiknya. Sering bantu jagain,” tutur Ulfi.
Sementara itu, kabar kecelakaan pertama kali diterima keluarga dalam kondisi penuh kepanikan. Sang ibu sempat mencoba menghubungi ayah korban.
“Ibunya sempat nelpon, tapi nggak diangkat. Lalu ngasih tahu kalau anaknya kecelakaan,” ujarnya.
Ayah korban yang mengetahui kabar tersebut langsung bergegas menuju rumah sakit. Saat itu, Milal datang dalam kondisi kritis.
“Ia sempat minta anaknya dipangku terakhir kali. ‘Dok, anak saya gimana, Dok?’,” kata Ulfi menirukan.
Namun upaya penyelamatan tidak berhasil. Milal mengembuskan napas terakhirnya setelah mendapatkan penanganan medis.
Kepergian Milal meninggalkan luka mendalam. Bukan hanya karena peristiwa tragis yang merenggut nyawanya, tetapi juga karena sosoknya sebagai anak yang sederhana, berbakti, dan penuh kasih.
Kini, ember berisi ikan lele itu menjadi saksi tentang rencana kecil yang tak pernah sempat terwujud, dan tentang seorang anak yang pergi terlalu cepat, setelah memberikan yang terbaik untuk keluarganya.



