Pandeglang,fesbukbantennews.com (17/6/2026) – Ketidakpastian global akibat konflik antarnegara, perlambatan ekonomi dunia, hingga disrupsi teknologi dinilai akan berdampak langsung terhadap masa depan Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu memahami perkembangan geopolitik dan keamanan global agar mampu mengambil peran strategis dalam menjaga kepentingan bangsa di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertema “Geopolitik Global dan Tantangan Generasi Muda Indonesia” yang digelar Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) sebagai bagian dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II PP KAMMI Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula BPSDMD Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Senin (15/6/2026), dan diikuti kader KAMMI dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto serta Direktur Institute for National Security Studies (INSS) Stepi Anriani sebagai narasumber utama. Keduanya membedah berbagai perkembangan geopolitik global, dinamika keamanan internasional, serta tantangan yang akan dihadapi generasi muda Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.
Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi mengatakan perubahan global yang berlangsung cepat menuntut generasi muda memiliki kapasitas intelektual, kemampuan kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan yang kuat. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami persoalan di tingkat lokal, tetapi juga perlu membaca arah perubahan dunia yang dapat memengaruhi kondisi nasional.
“Pemuda Indonesia harus memiliki wawasan global, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di tingkat nasional maupun internasional. KAMMI hadir untuk menyiapkan kader-kader yang mampu menjadi solusi bagi umat dan bangsa,” ujar Ahmad Jundi.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan pembangunan, tetapi juga menyangkut perubahan konstelasi politik global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya persaingan antarnegara yang dapat berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan.
Dalam pemaparannya, Bima Arya menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan nasional sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di tengah berbagai dinamika global. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Bima menyebut tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan pola ekonomi dunia, hingga perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat.
“Pemuda dituntut mampu beradaptasi sekaligus menjadi bagian dari solusi untuk menjawab berbagai persoalan bangsa”, ujarnya
Sementara itu, Stepi Anriani menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap hubungan internasional secara signifikan. Di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, termasuk ancaman keamanan siber yang kini menjadi salah satu isu strategis di berbagai negara.
Selain itu, persaingan geopolitik antara negara-negara besar juga berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan arah pembangunan global. Karena itu, ia menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai isu-isu geopolitik agar mampu melihat peluang sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Seminar berlangsung dinamis dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan serta pertanyaan terkait posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik global, peran generasi muda dalam menjaga ketahanan nasional, hingga tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Melalui kegiatan tersebut, PP KAMMI berharap kader-kader mahasiswa Muslim Indonesia semakin memiliki kesadaran geopolitik, wawasan kebangsaan, dan kapasitas kepemimpinan yang kuat. Bekal tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa serta mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan berdaya saing.
Rapimnas II PP KAMMI sendiri menjadi forum konsolidasi nasional organisasi yang mempertemukan pengurus dan kader dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain membahas agenda internal organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan langkah-langkah strategis gerakan keumatan dan kebangsaan dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia pada masa mendatang.(fun/LLJ).



