Serang,fesbukbantennews.com (18/6/2026) – Di sebuah rumah sederhana di Kampung Keganteran, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Masita (78) menjalani hari tuanya seorang diri. Sudah sekitar 15 tahun terakhir ia hidup dalam kondisi sakit setelah terserang stroke yang membuat tubuhnya tak lagi mampu berjalan.
Untuk berpindah tempat di dalam rumah, Masita hanya bisa mengandalkan kedua tangannya dengan cara ngesot di lantai. Aktivitas sederhana seperti menuju kamar mandi pun harus dilaluinya dengan perlahan dan penuh keterbatasan.
Di dalam rumah yang nyaris kosong tanpa perabotan itu, Masita tidur di atas alas kasur tipis yang diletakkan tepat di depan pintu rumah. Posisi itu dipilih agar dirinya lebih mudah menjangkau air yang berada di bagian luar rumah untuk kebutuhan sehari-hari.
Tak banyak barang di rumah tersebut. Hanya terlihat kompor sederhana dan beberapa alat makan seadanya. Kondisi rumah yang sepi menggambarkan kehidupan Masita yang telah lama dijalani seorang diri.
Tak ada anak yang menemani masa tuanya. Suaminya juga telah lama pergi meninggalkan dirinya sejak kondisi sakit mulai diderita. Sejak itu, kehidupan Masita bergantung pada kepedulian warga sekitar yang sesekali datang membantu memberi makan atau sekadar melihat keadaannya.
“Kadang ibu Masita minta air. Kalau makan biasanya dikasih tetangga atau orang yang kenal,” ujar Heriah (50), warga sekitar, Senin (18/5/2026).
Menurut Heriah, warga kampung selama ini berusaha membantu sebisanya. Beberapa warga yang melintas kerap menyisihkan makanan atau uang untuk kebutuhan sehari-hari Masita.
“Ada yang lewat suka dikasih makanan atau uang seperlunya buat makan. Sebenarnya ibu Masita bukan orang yang suka meminta-minta, tapi karena kondisinya seperti ini jadi terpaksa,” katanya.
Di usia yang sudah lanjut, Masita kini hanya tinggal sendiri di rumah sederhana tersebut. Sesekali, kakak kandungnya Rasyid (80), yang rumahnya masih berada di kampung yang sama, datang menjenguk dan membantu semampunya.
Kondisi Masita turut menjadi perhatian Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersama Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi yang datang langsung menengok kediamannya.
Saat mendengar cerita kehidupan Masita dari keluarganya, suasana haru terlihat di antara rombongan TP PKK Provinsi Banten dan Kota Serang. Tinawati, Arfina Rustandi, serta Wakil Ketua TP PKK Kota Serang Anisa Agis tampak beberapa kali terdiam ketika berdialog dengan Masita di dalam rumahnya.
Tinawati mengatakan, persoalan warga yang hidup dalam kondisi rentan seperti Masita perlu mendapat perhatian bersama, termasuk koordinasi dengan instansi pemerintah terkait.
“PKK sebagai mitra strategis pemerintah akan mengoordinasikan permasalahan warga seperti ini kepada instansi pemerintah baik di tingkat provinsi maupun Kota Serang,” ujar Tinawati.(fun/LLJ).



