Pelaku Wisata Soroti Pemulihan Pascaerupsi Anak Krakatau: Dispar Banten Jangan Cuma Seremonial

0
21
Wisatawan sedang menikmati keindahan pulau peucang pandeglang.

Serang,fesbukbantennews.com (29/9/2026) – Pemulihan sektor pariwisata Banten pascaerupsi Gunung Anak Krakatau mulai digencarkan. Namun, langkah tersebut mendapat sorotan dari pelaku wisata yang mempertanyakan perhatian dan pendampingan pemerintah selama aktivitas erupsi berlangsung.Wisatawan sedang menikmati keindahan pulau peucang pandeglang.

Sorotan itu disampaikan Ketua Pokdarwis Ujung Kulon Adventure, Irfan Afendi, menyusul agenda Monitoring Wisata Pemulihan Pasca Erupsi yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Banten di kawasan Anyer-Tanjung Lesung pada 29-30 September 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari pelaku industri, organisasi pariwisata, media, admin media sosial hingga content creator.

Irfan mengatakan upaya pemulihan pariwisata merupakan langkah penting. Namun, menurutnya, perhatian terhadap pelaku wisata juga diperlukan ketika kondisi erupsi berdampak terhadap kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi.

“Kami menyambut baik adanya monitoring dan upaya pemulihan pariwisata. Tetapi yang menjadi pertanyaan, selama kondisi erupsi dan kunjungan wisatawan menurun, seperti apa perhatian dan pendampingan pemerintah terhadap pelaku wisata di lapangan?” ujar Irfan saat dihubungi wartawan, Selasa (29/9/2026).

Pelaku Wisata Tak Hanya Dibutuhkan Saat Promosi

Irfan mengatakan pelaku wisata merupakan salah satu pihak yang langsung merasakan dampak ketika aktivitas pariwisata terganggu.

Penurunan jumlah wisatawan, kata dia, turut berdampak terhadap hotel, restoran, pemandu wisata, pengelola destinasi, pedagang hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melibatkan pelaku wisata ketika membutuhkan promosi untuk mengembalikan kunjungan wisatawan.

Menurutnya, pelaku wisata juga membutuhkan komunikasi yang jelas dan pendampingan ketika kondisi pariwisata sedang mengalami tekanan.

Irfan juga mengingatkan agar informasi mengenai kondisi destinasi disampaikan secara hati-hati. Upaya promosi, kata dia, harus tetap berjalan beriringan dengan aspek keselamatan dan mitigasi bencana.

Promosi Harus Beriringan dengan Mitigasi

Pelibatan media, influencer dan content creator dalam upaya pemulihan pariwisata dinilai dapat membantu membangun kembali kepercayaan wisatawan.

Namun, Irfan menilai strategi promosi harus disertai informasi kebencanaan yang memadai. Wisatawan perlu mengetahui kondisi terkini destinasi, termasuk kawasan yang aman serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi perubahan kondisi.

“Kami tidak keberatan dengan promosi. Justru promosi penting untuk membangkitkan kembali pariwisata. Tetapi jangan sampai promosi lebih cepat daripada mitigasi. Wisatawan harus tahu kondisi sebenarnya, kawasan mana yang aman dan apa yang harus dilakukan apabila kondisi kembali berubah,” katanya.

Minta Dispar Banten Dengarkan Pelaku Wisata

Irfan berharap Dinas Pariwisata Banten tidak hanya melakukan monitoring terhadap kondisi destinasi, tetapi juga menyerap langsung persoalan yang dihadapi para pelaku wisata.

Menurutnya, pemulihan pariwisata perlu melibatkan pelaku di tingkat bawah karena mereka berhadapan langsung dengan wisatawan sekaligus merasakan dampak perubahan jumlah kunjungan.

“Kami berharap Kadispar Banten tidak hanya melihat pariwisata dari sisi angka kunjungan atau promosi. Tolong lihat juga bagaimana kondisi teman-teman pelaku wisata di lapangan. Apa yang mereka butuhkan dan apa kendalanya setelah terjadi erupsi,” ujarnya.

Ia berharap monitoring yang dilakukan Dinas Pariwisata Banten tidak berhenti pada kegiatan pemantauan, tetapi menghasilkan langkah konkret bagi pelaku wisata.

Evaluasi, menurut Irfan, perlu mencakup komunikasi keselamatan, kesiapan pengelola destinasi, kondisi pelaku usaha, strategi pemulihan kunjungan serta mekanisme penyampaian informasi apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat.

“Yang paling penting adalah apa hasilnya dan apa tindak lanjutnya untuk pelaku wisata,” tegasnya.

Irfan menilai kepercayaan wisatawan tidak cukup dibangun melalui kampanye promosi. Kehadiran pemerintah, informasi yang jelas, perhatian terhadap keselamatan serta perlindungan terhadap pelaku wisata dinilai menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Wisatawan akan percaya kalau pemerintah hadir, informasinya jelas, keselamatannya diperhatikan, dan pelaku wisata juga merasa dilindungi. Itu yang menurut kami harus menjadi perhatian dalam pemulihan pariwisata Banten,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here