Serang,fesbukbantennews.com (25%8/2026) – Gunung Anak Krakatau (GAK) tercatat mengalami 56 kali gempa letusan atau erupsi pada Selasa (25/8/2026) dalam periode pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Dinukil dari situs Magma Indonesia yang ditulis Rioboniek Situmorang , gempa letusan tersebut memiliki amplitudo 44-69 milimeter dengan durasi 25-290 detik.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga ditandai dengan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 3-60 milimeter dan amplitudo dominan 20 milimeter.
Pada periode pukul 06.00 wib sampai 12 00 wib, terjadi 34 kali letusan. Dengan tinggi abu vulkanik 100 – 400 meter. Sementara periode 12.00 wib hingga 18.00 wib GAK mengalami 22 letusan. Dengan tinggi abu vulkanim sama dengan periode sebelumnya. 100-400 meter.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif di Selat Sunda yang pernah mengalami erupsi besar pada 2018. Aktivitas tersebut memicu tsunami yang menerjang sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Dalam laporan tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.
“Masyarakat hingga wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3km dari kawah aktif,” tuturnya.(LLJ).



