Serang,fesbukbantennews.com (29/6/2026) – Penunjukan Mufli Budi Ananda, yang dikenal publik sebagai mantan asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memicu sorotan luas. Selain mempertanyakan latar belakang dan kompetensi pejabat baru tersebut, sejumlah pegawai juga berharap perhatian perusahaan tidak hanya tertuju pada jajaran komisaris, tetapi juga terhadap kesejahteraan pekerja di level operasional.
Nama Mufli Budi Ananda menjadi perbincangan setelah tercantum dalam jajaran Dewan Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea yang bergerak di industri baja terpadu. Publik menyoroti rekam jejak profesional maupun latar belakang pendidikannya yang dinilai berbeda dengan karakteristik industri baja.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Mufli diketahui merupakan lulusan Diploma III Teknik Listrik dan sempat menempuh pendidikan Teknik Industri, namun status studinya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) tercatat mengundurkan diri. Sebelum masuk jajaran komisaris, ia lebih dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad.
Seorang pegawai internal PT Krakatau Posco yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku pengangkatan tersebut menjadi bahan pembicaraan di lingkungan kerja.
“Yang dipertanyakan teman-teman bukan siapa orangnya, tetapi kompetensinya. Industri baja itu sektor strategis yang membutuhkan pemahaman terhadap tata kelola perusahaan dan industri. Banyak yang bertanya dasar penunjukannya apa,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurut sumber tersebut, perhatian perusahaan juga diharapkan tidak hanya tertuju pada perubahan struktur komisaris, tetapi turut menyentuh persoalan kesejahteraan pekerja.
“Di sisi lain, masih banyak pekerja harian atau outsourcing yang sudah bekerja bertahun-tahun dengan kondisi yang menurut kami perlu menjadi perhatian. Harapannya, manajemen juga memikirkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Sorotan serupa juga ramai muncul di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan mekanisme dan dasar pengangkatan Mufli sebagai komisaris mengingat selama ini ia lebih dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Raffi Ahmad dalam proses penunjukan tersebut, dan belum ada penjelasan resmi yang merinci pertimbangan pengangkatannya.
PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan strategis antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea yang mengoperasikan pabrik baja terpadu di Cilegon dengan kapasitas produksi sekitar tiga juta ton baja per tahun.
Hingga berita ini ditulis, PT Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang mengenai penunjukan tersebut. Apabila terdapat tanggapan resmi dari perusahaan, redaksi akan memperbarui pemberitaan ini sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.



