Jakarta,fesbukbantennews.com (30/4/2026) – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi ruang pertemuan berbagai kekayaan budaya nusantara, termasuk dari Provinsi Banten yang tampil dengan suguhan seni tari, debus, hingga permainan tradisional dalam kegiatan pameran budaya daerah, Senin (26/4/2026).
Melalui kolaborasi dengan Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten, Banten menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat nilai edukasi sejarah dan pelestarian budaya.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu penampilan yang menjadi perhatian pengunjung adalah pementasan seni tari bertajuk Sultan Ageng Tirtayasa yang dibawakan oleh Wayang Nganjor Indonesia. Pertunjukan ini mengangkat kisah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa dalam menghadapi penjajahan VOC, sekaligus menggambarkan konflik internal dengan Sultan Haji yang dikemas secara dramatik melalui perpaduan tari, musik, dan unsur teatrikal.
Perwakilan Wayang Nganjor Indonesia, Tirta, menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut dirancang sebagai media edukasi sejarah agar lebih dekat dengan generasi muda.
“Kami ingin mengenalkan kembali sejarah dan budaya Banten kepada generasi muda melalui pertunjukan yang lebih kreatif dan mudah diterima, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi dalam pengemasan seni menjadi hal penting agar budaya lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Kami mengemas pertunjukan ini dengan sentuhan yang lebih segar agar bisa dinikmati semua kalangan, sekaligus menjadi upaya nyata dalam menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.
Selain seni tari, atraksi debus khas Banten juga menjadi daya tarik utama dalam pameran tersebut. Kesenian yang dikenal dengan unsur kekuatan fisik dan spiritual itu menjadi salah satu identitas budaya yang masih terjaga hingga kini.
Kegiatan ini turut didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Banten yang menghadirkan berbagai permainan tradisional khas daerah. Pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga dapat berpartisipasi langsung dalam sejumlah aktivitas budaya yang disediakan.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Pameran budaya ini menjadi ruang interaktif yang mempertemukan masyarakat dengan ragam tradisi daerah, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya nasional.
Melalui partisipasi di TMII ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap kekayaan budaya daerah terus dikenal luas, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.



