Bupati Lebak Sebut Wakilnya Mantan Napi Saat Halal Bihalal, Picu Sorotan

0
26
Hasbi-Amir

Lebak,fesbukbantennews.com (30/3/2026) – Acara halal bihalal Pemerintah Kabupaten Lebak yang digelar usai Idulfitri menjadi sorotan publik setelah Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyebut Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana dalam forum resmi tersebut.Hasbi-Amir

Peristiwa itu terjadi di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan tamu undangan dalam kegiatan yang semestinya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan pemerintahan daerah.

Penyebutan latar belakang pribadi tersebut sontak menarik perhatian karena disampaikan di ruang publik. Suasana yang awalnya berlangsung hangat berubah menjadi bahan perbincangan, baik di kalangan internal pemerintahan maupun masyarakat luas.

Menanggapi hal tersebut, Amir Hamzah menilai apa yang disampaikan Bupati Lebak bukan lagi kritik terhadap kinerja, melainkan sudah mengarah pada serangan personal yang tidak pantas disampaikan dalam forum resmi. Ia mengaku merasakan dampak langsung dari pernyataan tersebut.

“Saya saat itu merasa terhina dan sakit hati,” ujar Amir Hamzah kepada wartawan di kediamannya, Senin (30/3/2026).

Sementara itu, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya memberikan penjelasan bahwa pernyataan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan wakilnya. Ia menegaskan bahwa Amir Hamzah juga memiliki rekam jejak yang baik dan pernah memperoleh penghargaan.

“Pak Amir Hamzah juga pernah mendapat penghargaan,” katanya usai acara.

Hasbi menambahkan, Amir Hamzah merupakan sosok yang dinilai baik dan berprestasi. Bahkan, ia menyebut terdapat apresiasi dari media terhadap perjalanan hidup dan capaian yang diraih Amir Hamzah hingga menjabat sebagai wakil bupati.

“Kalau tidak salah dari Indoposco, beliau disebut sebagai mantan warga binaan yang menjadi wakil bupati berprestasi. Itu sebuah prestasi,” ujarnya.

Insiden ini turut memunculkan dinamika dalam hubungan pimpinan daerah di Kabupaten Lebak. Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian publik terkait pentingnya menjaga etika komunikasi pejabat, terutama dalam forum resmi pemerintahan.

Halal bihalal sendiri selama ini dikenal sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, serta membangun suasana kerja yang kondusif di lingkungan pemerintahan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here