1.300 Peserta Tanam 4.500 Bibit di Pulosari, Gerakan Reboisasi Berbasis Keanekaragaman Diperkuat

0
45
Penanaman Bibit di Pulosari

Pandeglang,fesbukbantennews.com (19/4/2026) – Sebanyak 1.300 peserta dari berbagai komunitas di Provinsi Banten turun langsung menanam 4.500 bibit pohon di kawasan Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Minggu (19/4/2026). Aksi ini menjadi penegasan komitmen kolektif dalam memulihkan ekosistem hutan melalui pendekatan reboisasi berbasis keanekaragaman hayati.Penanaman Bibit di Pulosari

Kegiatan Reboisasi Pulosari Lestari ini merupakan bagian dari program Green Safety Initiative yang diinisiasi Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Regional Banten. Program tersebut menitikberatkan pada penanaman pohon kayu keras endemik lokal sebagai langkah strategis mengembalikan keseimbangan ekosistem.

Di tengah laju deforestasi yang terus meningkat, persoalan lingkungan tidak lagi sekadar berkurangnya tutupan hutan, tetapi juga menurunnya keanekaragaman hayati akibat praktik monokultur. Kondisi ini berdampak pada melemahnya fungsi hutan sebagai habitat alami dan sistem penyangga kehidupan.

Menjawab tantangan tersebut, reboisasi di Pulosari tidak hanya berorientasi pada jumlah pohon yang ditanam, tetapi pada keberagaman spesies yang disesuaikan dengan karakteristik ekologis kawasan. Pendekatan biodiversity-based reforestation menjadi fondasi utama dalam mengembalikan fungsi hutan sebagai sumber resapan air dan penjaga keseimbangan lingkungan.

Koordinator Umum kegiatan, Daden Hilmansah, menegaskan pentingnya membangun relasi yang harmonis antara manusia dan alam.
“Kita tidak hanya memanfaatkan alam, tapi juga harus menjaganya agar tetap seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain aksi tanam pohon, kegiatan ini juga menekankan aspek edukasi. Peserta yang didominasi pelajar dan mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait konservasi berbasis ekosistem, termasuk etika pendakian dan manajemen risiko dalam kegiatan outdoor.

Program ini telah berjalan sejak Januari 2026 melalui rangkaian Coaching Clinic Keselamatan Pendakian di berbagai sekolah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan sekaligus mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pendakian.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kepolisian. Kapolsek Pulosari IPTU Yoffy Trinova menyampaikan bahwa kegiatan konservasi sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Sementara itu, penggagas program, Deni Ahmad Fanani, menekankan bahwa keberhasilan reboisasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon.
“Yang terpenting adalah nilai kepedulian lingkungan yang tumbuh dalam diri peserta,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilengkapi dengan pembagian zona tanam, pembekalan teknis, hingga sistem pemantauan pasca penanaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas program dalam jangka panjang.

Reboisasi Pulosari Lestari tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga alam. Gerakan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga tanggung jawab moral dalam merawat lingkungan untuk masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here