Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Mendikbud: Pembiasaan Baca di Sekolah itu Perlu
Rikfi Rosyad sedang menjelaskan program USAID PRIORITAS kepada Mendikbud, Anies Baswedan, yang didampingi oleh perwakilan siswa.

Mendikbud: Pembiasaan Baca di Sekolah itu Perlu

Lebak, fesbukbantennews.com (1/4/2016) – Anies Baswedan, Mendikbud (31/3) mengatakan membaca perlu ditumbuhkan di lingkungan sekolah sebagai perwujudan dari Permendikbud nomor 21 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Dia berkata, “Semua sekolah bisa memulai lima belas menit sebelum pembelajaran dengan membaca. Kita ingin membaca menjadi pembiasaan, sehingga ini yang disebut budaya baca.” Hal ini disampaikannya dalam acara peluncuran “Gerakan Indonesia Membaca” yang dilaksanakan di Kampus La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (31/3/2016).

Rikfi Rosyad sedang menjelaskan program USAID PRIORITAS kepada Mendikbud, Anies Baswedan, yang didampingi oleh perwakilan siswa.

Rikfi Rosyad sedang menjelaskan program USAID PRIORITAS kepada Mendikbud, Anies Baswedan, yang didampingi oleh perwakilan siswa.

Ia menegaskan kembali, “Peluncuran gerakan ini menjadi tidak bermakna jika tidak ada proses pembiasaan membaca. Mari kita tingkatkan minat baca dan daya baca!”

Bupati Lebak Hj. Itih Octavia Jayabaya yang mengawali sambutan sebelumnya berpendapat bahwa pembangunan perpustakaan di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan meski pengadaan buku masih minim. Pesatnya sarana membaca seperti perpustakaan, taman bacaan dan kegiatan kemasyarakatan turut andil dalam meningkatkan tingkat literasi masyarakat Lebak.

Untuk mendukung pengadaan buku di Kabupaten Lebak, Bupati Lebak berkesampatan pada hari ini menerima hibah dari berbagai lembaga, seperti USAID PRIORITAS. Koordinator Provinsi Banten USAID PRORITAS, Rifki Rosyad menyerahkan secara simbolis paket buku bacaan berjenjang kepada Bupati Lebak. Di Kabupaten Lebak, sedikitnya ada 125 sekolah yang akan menerima hibah buku bacaan berjenjang dengan total 76.500 buku. Sebanyak 500 guru kelas awal dan kepala sekolah perlu dilatih untuk menggunakan buku bacaan berjenjang ini. Pelatihan berbasis gugus, 18 gugus di kecamatan Rangkasbitung dan Bayah. Fasilitator pelatihan berjumlah 8 orang yang sudah diseleksi dan dilatih sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama,  Anies Baswedan juga mengunjungi lokasi pameran yang terletak di lapangan terbuka. Anies Baswedan tampak berdialog dengan perwakilan guru dan siswa yang menjadi narasumber tentang pelaksanaan gerakan literasi di sekolah. USAID PRIORITAS Banten turut serta mengisi bilik pameran dengan memajangkan hasil karya siswa dan guru tentang perkembangan program baca di sekolah mitra.

Chantika, siswa SMP asal Lebak sebagai informan bilik pameran USAID PRIORITAS tampak antusias menjelaskan buku hasil karya siswa yang dipajangkan. “Membaca itu tidak hanya menambah wawasan saja tetapi juga meransang kami untuk berimajinasi dalam menulis seperti cerpen yang dibukuan ini,” kata Chantika sambil menunjukkan buku terbitan sekolah. Hasil cerpen tulisan siswa kemudian diseleksi oleh pihak sekolah dan diterbitkan secara mandiri.(LLJ)
Kiriman: Ana Usaid Prioritas

Copyright @2016 FBn