Tiga Hari Digembleng di Menes, Ratusan Generasi Muda Banten Siap Jadi Garda Terdepan Kebencanaan

0
33
Pelatihan Dasar SAR menes.

Serang,fesbukbantennews.com (5/4/2026) – Selama tiga hari digembleng melalui Pelatihan Dasar SAR, ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Banten disiapkan menjadi relawan tangguh kebencanaan oleh Forum Potensi SAR Banten di basecamp AMI Alfiah Murokah Indonesia, Menes, Kabupaten Pandeglang, Minggu (5/4/2026).Pelatihan Dasar SAR menes.

Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin, menegaskan bahwa Provinsi Banten memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi dan beragam.

“Banten ini bisa dikatakan wilayah multi bencana. Semua jenis bencana memungkinkan terjadi, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, gelombang tinggi, kekeringan, hingga potensi gas atau udara berbahaya dan kecelakaan air,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun beragam potensi tersebut ada, bencana yang paling dominan di Banten tetap banjir, gempa atau tsunami, serta longsor. Oleh karena itu, pembentukan relawan dari kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan daerah.

“Peserta yang hadir hari ini adalah cikal bakal relawan masa depan. Membentuk generasi muda yang peduli dan tangguh terhadap kebencanaan sangat penting,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 5 April 2026 itu diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas dan lembaga relawan se-Banten.

Koordinator Forum Potensi SAR Banten, Taufik Hidayat, mengatakan pelatihan ini merupakan program pembinaan kemampuan potensi SAR dengan tujuan membentuk generasi potensi SAR yang terlatih untuk menangani kondisi darurat bencana maupun kecelakaan, mencakup teknik water rescue, medical first responder, hingga evakuasi,” ujarnya.

Ditambahkan Taufiq, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif seperti Medical First Responder (MFR), Snake Rescue, Fire Rescue, Vertical Rescue, hingga Water Rescue. Materi diberikan tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan bersama instruktur berpengalaman.

“Sebanyak 120 pelajar dan mahasiswa ini kami bekali dengan instruktur dan pemateri yang bersertifikasi serta berpengalaman, sehingga materi yang diberikan benar-benar aplikatif di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimcam dan berbagai lembaga. Danramil 0106/Menes, Kapten Inf. Ibna Suhar, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh disiplin. Utamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap kegiatan latihan,” ujarnya dilokasi.

Sementara itu, Camat Menes, Usep Sudarmana, mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu membina generasi muda. Ia mengapresiasi panitia penyelenggara yang melaksanakan kegiatan di wilayahnya.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Ini merupakan upaya membina generasi muda yang tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Pimpinan AMI, Ade Badri, juga mengingatkan peserta untuk serius mengikuti pelatihan sehingga membentuk karakter relawan yang tangguh.

“Ikuti kegiatan ini secara serius dan fokus, agar menjadi relawan yang tangguh di segala bencana,” ucapnya kepada peserta.

Selain meningkatkan literasi kebencanaan, pelatihan ini juga membekali peserta dengan keterampilan nyata seperti pertolongan pertama, evakuasi korban, manajemen posko, hingga komunikasi darurat.

Salah satu peserta, Siti Nabilah Ilmia Wati, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Pengalaman itu, akan menjadi bekal dirinya untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ke depan

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur seperti Damkar, BPBD, Basarnas, serta dukungan tim kesehatan dan logistik dari berbagai komunitas relawan. Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here