Pawai Youth20ccupy, Anak Muda di Jawa Bersuara Demi Keadilan Antar Generasi

0
111

Jakarta,fesbukbantennews.com ( 21/7/ 2022) – Sebanyak 300 anak muda dari enam provinsi di Pulau Jawa mengikuti “Pawai
Youth20ccupy” di Jakarta, Kamis (21/7/2022). Melalui pawai kreatif ini, anak-anak muda se-Pulau Jawa menyuarakan kegelisahan mereka terhadap dampak krisis iklim yang makin sering dirasakan.

Pawai
Youth20ccupy, Anak Muda di Jawa Bersuara Demi Keadilan Antar Generasi.

Pada kegiatan ini, para peserta pawai berjalan dari Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga di Senayan, Jakarta hingga Gedung Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Pawai Youth20ccupy, Voice of the Future merupakan aksi kreatif yang merupakan
bagian dari kegiatan Java Youth Camp: Youth20ccupy, Voice of the Future yang
telah diselenggarakan pada 20 Juli 2022 di Depok, Jawa Barat. Dalam perkemahan
sehari ini, anak muda dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.

Yogyakarta, dan Jawa Timur berkumpul, berdiskusi, dan meneguhkan posisi mereka
sebagai kekuatan politik dalam mendorong keadilan iklim dan transisi energi
berkeadilan.

Berdasarkan laporan IPCC terbaru, saat ini dunia tengah menghadapi konsekuensi
“nyata” dari krisis iklim [1]. Bencana akibat krisis iklim terus terjadi dan mengakibatkan
krisis pangan, menghambat pertumbuhan ekonomi, menyebabkan krisis kesehatan,
hingga menelan korban jiwa.

Situasi ini tentu semakin mempertajam lapisan
ketimpangan yang dihadapi perempuan dan kelompok marjinal lainnya. Kondisi ini
terjadi akibat eksploitasi alam, hutan, lahan, dan laut yang terjadi secara masif,
sistematis, dan terstruktur. Alih-alih memperbaiki situasi dan mencegah terjadinya krisis
iklim.

Pemerintah Indonesia justru terus mengumbar jargon transisi energi yang
faktanya hanyalah sebuah solusi palsu untuk mengatasi krisis iklim. Selain itu
pemerintah juga terus mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan industri ekstraktif
sehingga masyarakat pun hanya menerima imbas buruknya.

Generasi muda merupakan generasi yang paling banyak menerima dampak dari
pengrusakan lingkungan akibat keserakahan pemerintah dan industri. Di masa
mendatang, bukan tak mungkin dampak dari krisis iklim akan semakin masif apabila
kebijakan yang dihasilkan tidak menunjukkan komitmen dunia untuk aksi global dalam
memerangi krisis iklim.
Permasalahan krisis iklim merupakan masalah sistematis. Solusi dari masalah ini dapat
dipecahkan dengan pelibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat di akar rumput
yang hidupnya dikepung oleh keberadaan industri ekstraktif. Salah satu forum yang
seharusnya bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk menyuarakan isu krisis iklim

Di akhir Pawai Youth20ccupy, anak-anak muda membacakan deklarasi bersama
sebagai bentuk sikap politik mereka agar Indonesia bebas dari ancaman krisis iklim dan
krisis ekologi. Deklarasi tersebut berisi tuntutan kepada pemerintah agar menunjukkan
komitmen penuh dalam pencegahan krisis iklim, termasuk di antaranya pengambilan
kebijakan dengan berasaskan nilai demokrasi dan partisipatif, mewujudkan energi
bersih yang berkeadilan dengan mempertahankan kearifan lokal dan berdasarkan
kebutuhan masyarakat, serta melakukan transformasi sistem ekonomi menjadi berbasis
kedaulatan rakyat.