Distan Banten Kembangkan Jagung Hibrida, Guna Dorong Surplus Produksi Jagung

0
181

Serang,fesbukbantennews.com (21/7/2022) – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten berupaya menggunakan berbagai strategi dalam meningkatkan surplus produksi jagung di wilayah Banten. Salah satu upayanya adalah pelaksanaan kegiatan pengembangan jagung Hibrida yang berasal dari sumber dana APBN Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2021 untuk kabupaten Serang seluas 500 ha dimana penanggung Jawab kegiatannya adalah dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang, termasuk pengembangan jagung hibrida di Kecamatan Anyar melalui program bantuan benih.

panen jagung hibrida .

Diketahui, Jagung Hibrida adalah jenis jagung yang diperoleh dari persilangan antara dua atau lebih yang sifatnya adalah heterozygot dan homogeny. Produksi dalam ekonomi pertanian adalah banyaknya produk usaha tani yang diperoleh dalam rentan waktu tertentu, bertujuan pada produktivitas atau perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Kepala Distan Banten M Agus Tauchid menjelaskan, dari sasaran 500 hektar di kabupaten serang pihaknya melakukan hal tersebut di Desa Cikoneng dan Desa Banjarsari Kecamatan Anyer menggandeng kelompok tani memanfaatkan sarana produksi berupa benih Jagung kegiatan sesuai dengan spesifikasi sebanyak 125 hektar. “Metode ini digunakan sebagai upaya meningkatkan produksi jagung di wilayah Banten,” ujarnya.

Capaian Produksi Jagung hibrida tahun 2021 di Banten mencapai 55.000 ton pipl kering, untuk kabupaten serang sendiri mencapai 6.393 ton pipil kering, Kecamatan anyer sendir Kata dia, dari hasil metode ini, para petani, memperoleh hasil panen ubinan 5,8 ton pipilan kering per hektar. Termasuk, memberikan peningkatan pengetahuan, keterampilan petani dalam budidaya jagung.

“Tahapannya, yaitu sosialisasi, persiapan dan pengolahan lahan, penanaman dan proses pemeliharaan, penanganan panen dan pasca panen,” terangnya.

Selanjutnya, Agus menjelaskan, pengembangan metode ini diharapkan menjadi lebih baik. Yaitu, pada peningkatan pengetahuan, keterampilan petani dalam budidaya jagung Hibrida sehingga merubah sikapnya menjadi lebih baik dalam mengelola usaha budidaya jagung Hibrida. “Kami berharap melalui kegiatan ini bisa melahirkan petani andalan di bidang budidaya jagung Hibrida. Termasuk kemampuan penyuluh pendamping dalam penguasaan teknologi, metode penyuluhan, dan manajemen pembelajaran,” katanya. (*)