Dikira Uang, Komplotan Pecah Kaca Mobil di Kota Serang Dapat Popok Bayi

0
177

Serang,fesbukbantennews.com (15/10/2021) – MW (34) warga Banyuasri, Provinsi Sumatera Selatan, pelaku pecah kaca di Jalan KH Fatah Hasan, Ciceri, Kota Serang,jadi bulan-bulanan massa.Lantaran saat melakukan aksinya memecahkan kaca mobil ketahuan pemiliknya,Jumat (15/10/2021) jelang Jumatan.

Salah satu tersangka saat diamankan warga .(istimewa)

Bahkan selain babak belur dan ditinggal kabur dua rekannya, tersangka hanya mendapatkan bungkusan popok bayi yang dikira uang.

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea mengatakan penangkapan pelaku pecah kaca, bermula saat korban Fida Aulia (28) warga Perumahan Puri Anggrek, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mengambil uang di bank.

“Korban pulang dari bank membawa uang kemudian pulang menggunakan mobil honda jazz hitam,” katanya, saat ekpose di Mapolres Serang Kota.

Maruli menambahkan pelaku yang dibantu dua temannya, membuntuti korban menggunakan sepeda motor. Sebelumnya, pelaku telah menggembosi mobil korban.

“Saat korban berhenti dan hendak mengecek ban, pelaku langsung memecahkan kaca mobil, dan mengambil bungkusan yang disangka berisi uang,” tambahnya.

Padahal, Maruli menjelaskan bungkusan yang diduga berisi uang, merupakan bungkusan berisi pampers.

“Bungkusan itu berisi pampers, uang korban disimpan di dasbor mobil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maruli mengungkapkan korban yang mengetahui kejadian itu, langsung menangkap pelaku.

“Kebetulan ada anggota kami yang sedang melaksanakan Jumat berkah, membantu korban untuk mengamankan pelaku,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan, Maruli menambahkan pelaku baru seminggu tinggal di Kecamatan Kramatwatu.

“Dia sengaja tinggal disini untuk mengintai korban. Dia dan dua temannya sudah tiga kali melakukan pecah kaca,” tandasnya.

Pelaku, MW membenarkan jika dirinya dan komplotannya sudah tiga kali melakukan kejahatan di wilayah hukum Kota Serang.

“Dua kali di Kramatwatu tapi gagal, kali ini berhasil (langsung tertangkap),” tambahnya.

Sementara itu, korban Fida mengatakan sejak ban mobilnya pecah, dirinya sudah curiga telah diintai pelaku pecah kaca.

“Pas tau kempes saya paksa nyari tempat ramai. Setelah ketemu tempat ramai baru berhenti nyari tambal ban,” katanya.

Fida menambahkan baru beberapa menit turun, dirinya mendengar suar pecahan kaca di mobilnya.

“Langsung saya kejar, dan pelaku separuh badannya masih di dalam mobil. Langsung saya tarik dan saya fighting,” kata pria yang berprofesi sebagai pengacara ini. (Ad/LLJ).