Ditandu Sarung 8 KM : Sarung Sobek, Ibu Hamil di Pandeglang Jatuh, Bayi Meninggal

0
404

Serang, fesbukbantennews.com (2/5/2021) – Enah (30) ibu hamil asal Kampung Lebak Gedong Desa/kecamatan Sindangresmi Pandeglang, Banten harus ditandu sejauh 8 kilometer saat hendak melahirkan ke Puskesmas. Ibu muda tersebut terpaksa dibawa menggunakan sarung yang diikat ke sebatang bambu oleh warga lantaran kondisi jalan di sana rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan,Sabtu (1/5/2021).

Ibu hamil ditandu warga menuju puskesmas .

Kisah tersebut dibagikan oleh relawan sosial M Rijal di akun facebooknya.Rijal mengungkapkan, bahwa wanita tersebut terpakwa ditandu lantaran jalan yang tidak mendukung.

“Sempat jatuh di tengah jalan lantaran sarung sobek. Dan anaknya kembar dua meninggal di puskesmas . Lahir prematur ,enam bulan usai kehamilannya,” ujar Rijal.

Sempat terjatuh akibat tandu sobek.

Sementara, dalam akun facebooknya Rijal menulis :
“Inilah realita masyarakat, disaat seorang ibu merasakan sakit ketika hendak melahirkan namun tak ada pasilitas dari Negara yang menjamin keselamatan ibu…ditengah rasa sakit itu iya berusaha untuk tetap kuat.namun disisi lain
JALAN yang tak bertuan menghambatnya untuk bisa menuju Puskesmas terdekat demi mendapat pelayanan kesehatan yang baik.

Bayi yang meninggal .

Seharusnya “Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat indonesia”, harus diletakkan dalam konteks pembebasan rakyat yang tertindas. Penindasnya adalah proses politik yang korup dan tak menjadikan rakyat berdaulat di negerinya.
Hanya karena kita telah tertindas selama seratus tahun sebelum kita mulai melawan, bukanlah alasan bagi kita untuk tidak berusaha menang,”.

Untuk diketahui,peristiwa ini terjadi bukan terjadi 1-2 kali. Pekan kemaren terjadi hal yang sama pada warga Pandeglang .(LLJ).