Cerita Carita “Kulon Bestari dan sampah” (oleh : Hanifah Istiqomah )

0
120

Pandeglang, fesbukbantennews.com (1/4/2021) – Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang ,Banten,merupakan Desa yang letaknya cukup strategis. Memiliki garis pantai sepanjang 2,73 Km menjadikan Desa ini sebagai Desa wisata, namun hal tersebut membuat Desa ini menjadi Desa dengan lingkungan rentan tercemar sampah. Sampah rumah tangga mendominasi Desa ini, karena belum adanya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) dan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA), selain itu banyaknya jumlah wisatawan menambah jumlah masukkan sampah di Desa ini.

Kegiatan Clean Up di Sukajadi ,Carita,Pandeglang ,Banten.

Banyaknya warga yang membuang sampah pada aliran sungai membuat sampah banyak terkumpul di muara laut, kemudian bertemu dengan sampah wisatawan dan sampah laut lainnya membuat jumlah sampah di Desa ini cukup banyak.

Banyaknya sampah di Desa tersebut membuat teman-teman komunitas Kulon Bestari melakukan beberapa gerakan sejak bulan Januari 2021. Diantaranya Beach Clean Up, Edukasi Sekolah, Edukasi warga (Door to Door dan Workshop) dan kegiatan lainnya.

Pelaksanaan Beach Clean Up, dilakukan persetiap bulan. Dari data yang terkumpul terlihat bahwa sampah yang mendominasi pada sekitaran pantai adalah 60 persen yakni sampah popok dan pembalut, selanjutnya adalah sampah plastik sekali pakai sebanyak 30 persen, dan 10 persen adalah gabungan sampah lainnya.

Kegiatan dilakukan dengan melibatkan beberapa gabungan antara Komunitas, Kulon Bestari, KOMPAK (Kelompok Konservasi Masyarakat Pegiat Lingkungan), MAB (Mata Air Banten), dan beberapa siswa dari sekolah SMA setempat.

Edukasi sekolah atau dikenal dengan BERTAUT sudah dilakukan sebanyak 3 kali. Dilakukan persetiap bulan, sampai saat ini sudah di BERTAUT 3.0 dengan jumlah total siswa yang teredukasi sebanyak 201 siswa.

Selain edukasi sekolah dilakukan pula edukasi kepada warga setempat. Edukasi warga terbagi 2, Door to Door dan Workshop. Total warga yang sudah teredukasi sejumlah 100 warga di Dusun Pagedongan dan Dusun Kasepen.

Edukasi yang diberikan lebih dititik beratkan pada “menghindari pembuangan sampah di aliran air” dan “pengurangan sampah plastik”. Kulon Bestari bersama KOMPAK dan Komunitas Rehabilitasi Pandeglang menyelenggarakan Workshop di Dusun Pagedongan dengan tema pengelolaan sampah secara berkelanjutan pada Jum’at, 26/3/2021.

Pembicara pertama dari perwakilan PKSM (Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat) DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Provinsi Banten oleh Lukmanulhakim.

Beliau menanggapi permasalahan sampah Desa Sukajadi serta menyampaikan tindak lanjut dan arahan kepada peserta untuk tetap konsisten menjaga lingkungan. Disampaikan juga sedikit bagaimana cara pembentukan Bank Sampah yang dapat dikelola secara mandiri oleh pemuda setempat.

Pembicara selanjutnya rekan dari Komunitas Rehabilitasi Pandeglang, Fikri Al Jufri. Fikri merupakan penggagas dan ketua komunitas tersebut menjelaska, bagaimana mereka mengatasi permasalah sampah di daerah sekitar mereka.

Fikri juga menegaskan berulang-ulang bahwa “banten bukan menara sampah”, oleh karenanya sejak 2017 lalu hingga kini fikri bersama teman-teman lainnya aktif mengatasi sampah dengan membuat ecobrick yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.
“Perlu keseriusan dan keberlanjutan dalam upaya mengatasi permasalahn sampah.” ujar Fikri.

Lanjut fikri “..penting dilakukannya kolaborasi yang bersinergi antara komunitas dan stakeholder yang ada, namun bukan sekedar ceremonial semata.” “edukasi kepada masyarakat juga harus terus dilakukan agar masyarakat mampu mempersiapkan diri untuk selanjutnya pembentukan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) 3R (Reduce, reuse dan recyle), hal tersebut guna menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan.”

Penulis: Hanifah Istiqomah .(LLJ).