Balita di Pandeglang Derita Tumor Ganas : Mau Berobat Tak Punya Biaya, Bantuan Pemerintah Tak Ada

0
61
Farhan dipangku bapaknya.

Pandeglang,fesbukbantennews.com (6/4/2026) – Nasib pilu dialami Farhan (3), balita asal Kampung Simpang RT 001 RW 003, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Ia menderita tumor ganas di bagian wajah sebelah kiri yang terus membesar dalam beberapa bulan terakhir.Farhan dipangku bapaknya.

Anak dari pasangan Udin dan Nia itu kini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya. Kondisinya memprihatinkan, terlebih keluarga belum mampu membawa Farhan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat keterbatasan biaya.

Meski memiliki BPJS, namun tak bisa mencover kebutuhan akomodasi,konsumsi dan transportasi selama pengobatan di Jakarta. Bantuan pemerintah pun belum ada.

Sang ibu, Nia, menuturkan bahwa benjolan di wajah anaknya mulai muncul sekitar empat bulan lalu dan terus mengalami pembesaran secara signifikan.

“Awalnya kecil, seperti bekas benturan saja. Tapi dalam waktu satu bulan terus membesar sampai seperti sekarang. Kata dokter, itu tumor ganas,” ujar Nia, Minggu (29/3).

Menurutnya, Farhan lahir dalam kondisi normal tanpa riwayat penyakit. Namun sejak benjolan muncul, kondisi kesehatannya terus menurun. Farhan kerap mengalami demam dan menjadi rewel.

“Kalau lagi panas badannya, dia rewel. Sekarang juga sudah tidak bisa berjalan seperti dulu,” katanya.

Upaya pengobatan sebenarnya sudah dilakukan. Farhan sempat dibawa ke RSUD Labuan, RSUD Banten, hingga RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan agar Farhan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, seperti RS Dharmais di Jakarta.

Namun, saran tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Ayah Farhan, Udin, yang bekerja sebagai nelayan, mengaku tidak memiliki penghasilan tetap. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah kesulitan, apalagi untuk biaya pengobatan dan akomodasi ke luar daerah.

“Selama ini hanya diobati pakai obat warung kalau panas. Kami ingin berobat, tapi tidak punya biaya,” ungkapnya.

Ia mengaku hanya bisa berharap adanya bantuan dari pihak dermawan agar anaknya dapat segera ditangani secara medis.

“Saya bingung harus bagaimana. Semoga ada yang membantu pengobatan anak saya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Ade Komarudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa hingga kecamatan agar Farhan segera mendapatkan penanganan yang layak.

“Sudah kami komunikasikan dengan keluarga, RT/RW, kepala desa, dan kecamatan. Kami berharap segera ada tindakan medis yang lebih serius,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, sejumlah relawan kemanusiaan telah mulai berkoordinasi untuk membantu proses pengobatan Farhan.

“Semoga ada jalan terbaik dan bantuan dari berbagai pihak agar Farhan bisa segera sembuh seperti anak-anak seusianya,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here