Serang,feesbukbantennews.com (3/3/2026) –
Memperhatikan perkembangan dan situasi politik global yang disebabkan oleh agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap negara Republik Islam Iran dan dampak buruk yang ditimbulkannya untuk stabilitas keamanan dunia, Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (PERSIS) meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas atas kejahatan Israel dan Amerika, termasuk mempertimbangkan untuk keluar dari Dewan Perdamaian. (Board Of Peace) yang dibentuk Donald Trump.
Demikian terungkap dari surat pernyataan PP PERSIS dengan nomor surat 2462/JJ-C.3/PP/2026, tertanggal 1 Maret 2026.
Ketua Umum PP PERSIS, Ustaz Dr. Jeje Zaenudin, dalam keterangan resminya menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan udara yang disebut menargetkan wilayah Teheran dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi negara dan anggota keluarganya.
Jamiyyah PERSIS mengecam keras tindakan militer yang dinilai tidak hanya menyasar instalasi pertahanan, tetapi juga pemimpin negara berdaulat serta fasilitas penting di ibu kota Iran.
PP PERSIS menilai langkah tersebut berpotensi melanggar Piagam PBB, khususnya prinsip kedaulatan dan integritas teritorial yang menjadi dasar hukum internasional.
“Penyerangan yang menyebabkan hilangnya nyawa tokoh pemerintahan tertinggi suatu negara tanpa mandat Dewan Keamanan PBB jelas mengancam stabilitas global dan menjadi preseden serius dalam tata hukum internasional,” ujar Ustaz Dr. Jeje.
Inilah pernyataan lengkap PP PERSIS terkait agresi AS -Israel ke Iran :
1. PERSIS menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik militer yang terjadi di Timur Tengah, khususnya aksi serangan udara bersama yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Republik Islam Iran pada 28 Februari 2026 yang telah mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi dan anggota keluarganya dalam serangan udara di Teheran.
2. Mengecam keras tindakan militer yang dilakukan oleh Negara Israel dan Amerika Serikat, yang tidak hanya menargetkan instalasi militer tetapi juga pemimpin negara berdaulat dan fasilitas penting di ibukota Iran. Tindakan tersebut berpotensi merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya prinsip kedaulatan dan integritas teritorial yang menjadi pilar hukum internasional. Penyerangan yang menyebabkan hilangnya nyawa tokoh pemerintahan tertinggi suatu negara tanpa mandat Dewan Keamanan PBB jelas mengancam stabilitas global dan preseden hukum aspek yang harus ditolak secara tegas oleh komunitas internasional.
3. Menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa, termasuk di lingkungan sipil, yang terseret dalam konflik militer ini. Kami juga menyampaikan simpati kepada bangsa dan rakyat Iran, yang kini berduka serta menghadapi ketidakpastian politik, sosial, dan keamanan akibat eskalasi ini. Rakyat Iran seperti semua bangsa berhak atas perdamaian, keamanan, dan proses politik yang adil.
4. Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah segera dalam bentuk resolusi dan pembentukan komisi independen guna menyelidiki legalitas dan dampak serangan ini. Meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk mengeluarkan pernyataan kuat yang menegaskan prinsip supremasi hukum dan perlindungan nyawa sipil dalam konflik bersenjata.
5. Mendesak OKI untuk menyatukan suara negara-negara anggota dalam menegakkan hukum internasional serta mengecam agresi yang mengancam keamanan umat Islam secara luas.
6. Meminta lembaga hak asasi manusia internasional untuk meninjau dan menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang mungkin terjadi sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari serangan militer ini.
7. Mengajak komunitas muslim dan masyarakat internasional untuk memperkuat dialog damai, menjunjung tinggi kedaulatan negara, dan memperjuangkan penyelesaian konflik melalui diplomasi serta hukum internasional.
8. Menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia dan rakyat di berbagai belahan dunia untuk bersatu dalam menolak tindakan yang merusak tatanan hukum internasional, mengutamakan penyelesaian damai, dan menegakkan hak asasi serta martabat kemanusiaan demi masa depan yang damai dan adil.
9. Pimpinan Pusat Persatuan Islam meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas atas kejahatan Israel dan Amerika, termasuk mempertimbangkan untuk keluar dari Dewan Perdamaian. (Board Of Peace) yang dibentuk Donald Trump.
10. Menghimbau kaum Muslimin untuk berdo’a agar perang segera berhenti, kehancuran bagi para musuh Islam dan kaum Muslimin.(LLJ).



