Pandeglang,fesbukbantennews.com (9/9/2026) – Tim SAR gabungan masih mencari sebuah speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga orang lainnya untuk melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Memasuki hari kedua pencarian, Rabu 9 September 2026, RIB 02 Basarnas Banten menyisir kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang selama sekitar sembilan jam, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat tersebut.
Kabar nihilnya hasil pencarian membuat keluarga yang menunggu di daratan terpukul. Tangis histeris pecah saat mereka mengetahui RIB 02 kembali setelah menyelesaikan penyisiran tanpa menemukan keberadaan rombongan.
Anggota tim SAR gabungan dari RIB 02, Ahmad Taufiq, mengatakan pencarian difokuskan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
“Tim menyasar Pulau Rakata dan Pulau Panjang,” ujar Taufiq, di Posko Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026).
Taufiq, pencarian berlangsung di tengah kondisi perairan yang masih dipenuhi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik disebut masih cukup tebal di sejumlah wilayah Selat Sunda.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat pergerakan RIB 02. Awak kapal mengatur jalur pelayaran mengikuti arah angin agar kapal tidak langsung terkena paparan abu vulkanik.
“Abu vulkanik masih tebal di perairan Selat Sunda. Namun kapal melaju mengelilingi arah angin, jadi tidak kena abu vulkanik,” katanya.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Riski Dwianto mengatakan wilayah pencarian pada hari kedua diperluas berdasarkan hasil SAR Mission Planning (SARMEP).
“Hasil SARMEP mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau,” kata Riski.
Berdasarkan pembagian sektor pencarian, total area yang disisir tim SAR mencapai sekitar 271 mil laut atau sekitar 502 kilometer.
Pencarian dilakukan sejumlah unsur SAR gabungan. KN SAR Tetuka mendapat sektor pencarian sejauh 68,3 mil laut, KAL Anyer milik Lanal Banten 69,5 mil laut, unsur RIB SAR Lampung 67 mil laut, dan KP Sanjaya milik Polairud Polda Banten 67,3 mil laut. Sementara RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Kondisi cuaca dinilai cukup mendukung operasi. Berdasarkan laporan BMKG, cuaca cerah berawan, angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Riski mengatakan kondisi tersebut masih aman dan efektif untuk pelaksanaan pencarian.
Lima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas.
Mereka bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, untuk melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau.
Hingga pencarian hari kedua, keberadaan speedboat dan delapan orang di dalamnya belum diketahui. Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian di perairan Selat Sunda.(fun/LLJ).



