Banyak Sekolah di Lebak Tak Layak, Kumala Geruduk Kantor Gubernur Banten

0
22
Aksi KUMALA di KP3B.

Serang,fesbukbantennews.com (6/5/2026) –
Momen Hari Pendididkam Nasional (Hardiknas), mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Banten, Rabu (06/05/2026). Dalam.aksinya mereka menyoroti ketimpangan pendidikan di Provinsi Banten,diantaranya banyak sekolah di Lebak yang tak layak.Aksi KUMALA di KP3B.

Ketua Kumala PW Serang, Riko Roland mengatakan, ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih sangat terasa, khususnya di Kabupaten Lebak. Ia menyebut, banyak sekolah di wilayah pelosok yang masih kekurangan fasilitas dasar, ruang kelas yang layak, hingga keterbatasan akses teknologi.

“Di wilayah pedesaan, terutama Lebak, masih banyak sekolah dengan fasilitas minim dan akses yang terbatas. Sementara di perkotaan, persoalan lain muncul seperti tingginya biaya pendidikan yang secara tidak langsung membebani masyarakat,” kata Riko saat berorasi.

Menurut Riko, distribusi tenaga pendidik juga belum merata. Kondisi ini berdampak pada kualitas pembelajaran yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain. Ketimpangan tersebut dinilai memperlebar jarak kesempatan pendidikan bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti masih tingginya angka anak tidak sekolah di Banten, khususnya di Kabupaten Lebak. Mereka menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Ketimpangan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan sosial. Jika tidak segera dibenahi, ini akan berdampak pada masa depan generasi muda Banten,” tegasnya.

Riko mendorong pemerintah untuk memprioritaskan pemerataan akses pendidikan, memperbaiki infrastruktur sekolah di daerah tertinggal, serta memastikan distribusi guru yang lebih adil. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Riko juga mengatakan, Kumala Serang menilai bahwa perbaikan pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan langkah menyeluruh yang menyasar akar persoalan ketimpangan.

“Sudah saatnya pendidikan di Banten dibenahi secara serius dan merata, agar tidak ada lagi kesenjangan yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here