FEKRAF Banten Bertemu Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten

0
43
FEKRAF Banten Bertemu Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten.

Serang,fesbukbantennews.com (23/2/2026) – Forum Ekonomi Kreatif (FEKRAF) Banten bertemu Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya,, dalam audiensi yang membahas pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Banten. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Autograph Tower, Jalan M.H. Thamrin No.10, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).FEKRAF Banten Bertemu Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi Pelaku Ekonomi Kreatif bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kota Serang pada Sabtu (21/2). FEKRAF Banten menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh secara terarah dan berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, FEKRAF Banten menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari keterbatasan infrastruktur, optimalisasi aset pemerintah daerah, hingga dukungan kebijakan dan pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten.

Ketua Umum FEKRAF Banten, Muhammad Irfan Koyong menegaskan bahwa dukungan infrastruktur ekonomi kreatif merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Banten.

“Banten saat ini menghadapi krisis venue berskala besar. Keterbatasan ruang kegiatan membuat banyak potensi event nasional tidak bisa digelar di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada hilangnya perputaran ekonomi daerah.

“Perputaran uang dari sektor tiket, kuliner, perhotelan, hingga transportasi justru mengalir ke daerah lain. Padahal, potensi pelaku ekonomi kreatif di Banten sangat besar,” kata Irfan.

Menurutnya, banyak aset milik pemerintah daerah yang masih bersifat pasif dan belum dimanfaatkan secara produktif.

“Kami mendorong agar aset lahan maupun gedung tidur bisa direvitalisasi menjadi ruang kreatif. FEKRAF Banten siap berkolaborasi dan menjamin aktivasi ruang melalui kalender kegiatan sepanjang tahun,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) sebagai acuan pengembangan ekonomi kreatif nasional dalam jangka panjang.

“Rindekraf ini akan menjadi arah sinkronisasi kebijakan dari pusat hingga daerah. Ketika Perpresnya terbit, itu akan menjadi dasar penguatan kebijakan ekonomi kreatif secara nasional,” ujarnya.

Selain kebijakan, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual, dengan plafon hingga Rp500 juta per pelaku usaha.

“Kami ingin asosiasi dan komunitas ekonomi kreatif menjadi mitra dalam menyalurkan KUR industri kreatif agar benar-benar menjangkau pelaku usaha di daerah,” kata Teuku Riefky.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ekonomi kreatif yang berdampak luas.
“Venue ekonomi kreatif memiliki multiplier effect yang besar. Ini perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Menurut Teuku Riefky, pengembangan ekonomi kreatif harus dilakukan secara kolaboratif.
“Ekonomi kreatif tumbuh dari komunitas. Jika ekosistem ini dibangun bersama, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh daerah,” tuturnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kebijakan konkret yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Banten, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja berbasis kreativitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here