Gubernur Andra Sambut Kerja Sama OSTIM Turki, Sejalan Target Dagang RI–Turki 10 Miliar Dolar

0
28
Gubernur Andra Sambut Kerja Sama OSTIM Turki, Sejalan Target Dagang RI–Turki 10 Miliar Dolar.

Serang,fesbukbantennews.com (21/01/2026) – Gubernur Banten Andra Soni membuka peluang kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan kawasan industri kesehatan OSTIM (Ortadoğu Sanayi ve Ticaret Merkezi) Turki, sejalan dengan penguatan hubungan bilateral Indonesia–Turki dan target peningkatan nilai perdagangan kedua negara hingga 10 miliar dolar AS.Gubernur Andra Sambut Kerja Sama OSTIM Turki, Sejalan Target Dagang RI–Turki 10 Miliar Dolar.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai menerima kunjungan sejumlah pengusaha industri kesehatan OSTIM yang dipimpin oleh Alan A. Bayrak di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (21/1/2026).

Andra menjelaskan, produk-produk alat kesehatan (alkes) buatan OSTIM saat ini telah digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Produk tersebut memanfaatkan teknologi tinggi dan sudah cukup familiar di sejumlah rumah sakit, seperti peralatan ortopedi, mesin cuci darah, peralatan ICU, hingga vaksin.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat membawa dampak positif bagi pengembangan industri kesehatan di Provinsi Banten, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam hubungan dagang Indonesia–Turki.

“Teknologi yang sudah mereka miliki bisa kita adaptasi dan kembangkan di Banten. Ini juga sejalan dengan penguatan kerja sama Indonesia dan Turki,” ujar Andra.

Dalam diskusi tersebut, para pengusaha OSTIM menyampaikan ketertarikan untuk berinvestasi di Provinsi Banten. Mereka menilai infrastruktur Banten memadai, mulai dari aksesibilitas yang baik, ketersediaan pasokan listrik, hingga posisi strategis yang dekat dengan pusat ekonomi nasional.

Andra mengungkapkan, sekitar 20 perusahaan OSTIM direncanakan akan menyusul berkunjung ke Banten. Di Turki sendiri terdapat sekitar 1.500 industri kesehatan, yang dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan industri alat kesehatan di Banten.

Ia juga memaparkan potensi pasar kesehatan di Banten. Saat ini terdapat sekitar 130 rumah sakit di seluruh wilayah Banten, dengan dominasi rumah sakit besar berada di wilayah Tangerang. Dengan jumlah penduduk sekitar 12 juta jiwa dan angka harapan hidup yang cukup tinggi, Banten dinilai sebagai pasar strategis bagi produk alat kesehatan.

“Bahkan beberapa rumah sakit di Banten sudah menjadi rujukan nasional. Ini peluang bagus bagi produk-produk Turki untuk masuk melalui Banten,” kata Andra.

Sementara itu, pimpinan rombongan OSTIM Alan A. Bayrak menyampaikan bahwa hubungan Indonesia–Turki saat ini terus menguat atas dorongan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menyebut nilai perdagangan kedua negara saat ini berada di kisaran 3 miliar dolar AS, dengan target meningkat menjadi 10 miliar dolar AS.

“Kolaborasi Indonesia dan Turki meningkat setiap hari. Target kami adalah menaikkan volume perdagangan menjadi 10 miliar dolar,” ujar Alan.

Menurutnya, sektor peralatan medis menjadi salah satu bidang yang berpotensi besar dalam peningkatan nilai perdagangan tersebut. Ia menilai Indonesia masih sangat bergantung pada produk impor alat kesehatan, sehingga membuka peluang kerja sama produksi di dalam negeri.

“Lebih dari separuh alat kesehatan di Indonesia masih impor. Karena itu sektor ini punya peluang besar untuk dikembangkan bersama,” jelasnya.

Alan menambahkan, produk alat kesehatan OSTIM memiliki kualitas mendekati standar Eropa, namun dengan harga yang lebih kompetitif. Karena itu, pihaknya tertarik menjajaki pengembangan rumah sakit swasta dan industri alat kesehatan di Provinsi Banten yang dinilai strategis karena dekat dengan Jakarta dan berada di jalur utama logistik nasional.

“Banten sangat strategis untuk pengembangan industri kesehatan,” katanya.

Alan menegaskan, pihaknya akan menyampaikan kepada anggota grup OSTIM lainnya mengenai peluang investasi di Banten, agar ke depan lebih banyak perusahaan Turki yang terlibat dalam kerja sama ini.(bknADV).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here