Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Reses di Tangerang , DPRD Banten Temukan Banyak Masalah Pertanian

Reses di Tangerang , DPRD Banten Temukan Banyak Masalah Pertanian

Tangerang,fesbukbantennews (2//4/2015) – Hari terakhir masa reses selasa 31 Maret 2015 dimanfaatkan oleh anggota DPRD Provinsi Banten H. Asnin Syafiuddin, Lc. MA untuk turun ke lapangan. Beliau yang berasal dari Dapil kabupaten Tangerang B dan duduk di komisi II ini merespon keluhan masyarakat petani di wilayah kecamatan Kemiri, Keronjo, Mekar Baru, Kresek, Gunung Kaler, dan sebagian Sukamulya yang sawahnya diairi saluran Cisadane Barat. Mereka mengeluhkan kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran di musim hujan sehingga banyak sawah mereka hanya bisa  ditanami padi sekali dalam setahun.

Anggota DPRD Banten saat reses di Tangerang.(yoga)

Anggota DPRD Banten saat reses di Tangerang.(yoga)

Dalam turun ke lapangan ini, H. Asnin Sayafiuddin menyertakan tokoh masyarakat tani  Kec. Mekar Baru H. Juhdi  dan tokoh masyarakat tani kec. Kemir H. Hudori dan H. Madiar. Juga didampingi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dan petugas dari Balai Besar Cisadane dan Cidurian yang berkantor di Tangerang.

Setelah turun ke lapangan, H. Asnin – sapaan singkat beliau- menemukan berbagai permasalahan dalam saluran irigasi. Antara lain : pendangkalan saluran air baik di saluran primer, sekunder, maupun tersier; adanya tanggul yang jebol, dan volume air yang tidak memadai. Dari saluran induk cisadane sampai BCB (Bangunan Cisadane Barat) 15 volume air masih lumayan banyak, tapi  dari BCB 15 ke BCB 16 air sangat sedikit sekali karena pintu air dibuka sedikit, sebab jika dibuka banyak, maka saluran sekunder Kepuh (SKP) ke arah kecamatan kemiri   tidak kebagian air.
“Yang lebih parah lagi dari BCB 16 ke BCB 17- BCB 20 tidak ada air yang mengalir. Selain itu, sesuai dengan informasi yang diperoleh dari H. Juhdi  bahwa Rawa Grukgak yang berlokasi di wilayah kecamatan Kresek yang merupakan penampungan air dari BCB 15 sudah mengalami  pendangkalan berat dan ditanami padi oleh petani,” katanya..

Untuk mengatasi permasalahan ini H. Asnin Syafiuddin mengusulkan kepada Dinas ASDP untuk melakukan pengerukan dengan alat berat saluran primer dan sekunder, melakukan pengerukan Rawa Grukgak untuk penampungan air dari BCB 20 untuk mengairi persawahan di kecamatan Mekar Baru, Kresek, dan Gunung Kaler. Kepada  Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi  Banten, H. Asnin mengusulkan untuk berkordinasi dengan Dinas ASDP dalam pengerukan saluran primer dan sekunder ,  serta melakukan perbaikan  saluran tersier bekerja sama dengan para petani. Juga H. Asnin mengharapkan kepada teman-teman di komisi IV untuk mendorong Dinas ASDP  agar segera melakukan  pengerukan saluran air tersebut  dan memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol.(LLJ)
*Tulisan kiriman : Yoga Putra

Copyright @2016 FBn