Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Pengunjukrasa Bentrok Dengan Polisi di Alun-alun Serang, 2 Orang Terkapar

Pengunjukrasa Bentrok Dengan Polisi di Alun-alun Serang, 2 Orang Terkapar

Serang,fesbukbantennews.com (22/11/2015) – Tidak terima hasil perhitungan suara KPU, ratusan pengunjukrasa pendukung pasangan calon yang kalah bentrok dengan petugas kepolisian. Akibatnya dua massa terkapar akibat terkena asap gas air mata.

Dua pengunjukrasa yang diperagakan polisi terkapar usai terkena asap gas air mata di Alun-alun Serang.(LLJ)

Dua pengunjukrasa yang diperagakan polisi terkapar usai terkena asap gas air mata di Alun-alun Serang.(LLJ)

Hal itu terjadi dalam simulasi pengamanan Pilkada Serentak di depan Gedung Pendopo Bupati Serang (alun-alun), Sabtu (21/11/2015) kemarin. Yang dihadiri Kapolda Banten Boy Rafli dan Pj Bupati Serang Hudaya Latuncosina, serta pejabat lainnya.

Simulasi pengamanan yang digelar kemarin tersebut, memperagakan pengamanan kantor KPU yang didemo oleh pendukung pasangan calon yang tidak terima dengan hasil perhitungan. Satu kompi dalmas yang mengamankan jalannya aksi terpaksa ditarik mundur akibat massa yang mulai bringas.

Satu kompi brimob dengan menggunakan tameng dan mobil water conan serta gas air mata terpaksa diturunkan untuk mendesak mundur para pendemo. Namun para pendemo yang mulai tak terkendali berbalik menyerang petugas.

Pengunjukrasa melempari polisi dengan botol dan batu. Bahkan mereka membakar ban mobil bekas di tengah jalan raya. Yang mengakibatkan lalu-lintas macet di sekitar lokasi unjukrasa.

Melihat situasi tersebut kapolda Banten mengintruksikan untuk memukul mundur masa dengan menurunkan satu kompi Brimob lengkap dengan senjata untuk memukul mundur masa.

Setelah berhasil memukul mundur, massa satuan dalmas dengan di damping Brimob melakukam sweeping di sekitar kantor KPU untuk memastikan lokasi steril dari massa aksi.

Rangkaian simulasi yang di paragakan terseebut adalah sebagai bentuk antisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan menjelang pilkada serantak 9 Desember mendatang.

Water Canon membubarkan pengunjukrasa di Simulasi pengamanan pilkada 20015.(LLJ)

Water Canon membubarkan pengunjukrasa di Simulasi pengamanan pilkada 20015.(LLJ)

Usai menghadiri simulasi, Kapolda Banten Boy Rafly Amar menyampaikan, bahwa kegiatan simulasi tersebut sebagai persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember mendatang. Untuk menghindari adanya gangguan dari pihak yang ingin menggagalkan Pilkada.

Yang jelas, tegas Kapolda, kepolisian bersama pihak lainnya sudah siap mengamankan proses Pilkada serentak ini. Kesiapan tersebut digambarkan melalui simulasi yang digelar di Alun-alun.

Ia juga mengatakan, bahwa di setiap proses dalam pilkada ini ada kerawanan, bukan hanya dalam massa kampanye saja.”di setiap proses ada kerawanan, bahkan di hari tenang pun ada kerawanan. Oleh karena itu kita sudah mengantisipasi hal tersebut,”katanya.

Oleh karena itu, tegas Kapolda, para pelanggar hukum dalam Pilkada serentak tahun ini akan ditindak tegas. ” makanya dalam simulasi tadi ada massa yang diamankan, teggas Boy Rafli.

Sementara, terang Kapolda, pihaknya mengerahkan 3500 personil untuk mengamankan proses Pilkada di Banten. “Dan tentunya kami juga dibantu TNI dn masyarakat,” tukasnya.(LLJ)

Copyright @2016 FBn