Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Mahasiswa STIE Bina Bangsa Tuntut Pemecatan Ketua Timsel KPUM

Mahasiswa STIE Bina Bangsa Tuntut Pemecatan Ketua Timsel KPUM

Serang,fesbukbantennews (24/3/2015) – Sejumlah mahasiswa STIE Bina Bangsa Kota Serang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) berunjukrasa di Kampus STIE Bina Bangsa Jalan Jendral Sudirman, Kemang Kota Serang, Selasa (24/3/2015). Dalam aksinya mereka mendesak agar ketua tim seleksi Suwaryo Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang dinilai tidak demokratis.

Aksi AMPK STIE Bina Bangsa.(vred)

Aksi AMPK STIE Bina Bangsa.(vred)

Korlap aksi, Nur Hasanah mengatakan, aksi ini dilakukan karena diduga kuat tim seleksi (timsel) tidak terbuka melakukan pendaftaran bagi mahasiswa lainnya untuk jadi anggota KPUM. “Padahal dalam dikti tertuang, semua mahasiswa terbuka untuk jadi anggota KPUM. Dan Suwaryo sibuk dengan program selfienya. Sehingga seleksi ini mandeg,” kata Nur.

Nur juga mengatakan, Kampus adalah tempat bagi mahasiswa untuk belajar, mengemban ilmu berdasarkan core competence masing-masing. Pelajaran ini dapat dilakukan di berbagai sendi kehidupan kampus, mulai dari ruangan yang ber AC dilengkapi dengan fasilitas multimedia, taman yang dikelilingi oleh kursi dan meja untuk tempat berdiskusi, jalan setapak dan selasar yang dijadikan tempat untuk melaksanakan tugas kelompok. Tak hanya itu, lembaga pun menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengemban ilmu.

“Hal ini memperlihatkan bahwa tidak hanya dari buku, ilmu juga dapat digapai dari hasil interaksi dan pengalaman berorganisasi. Kampus dapat diibaratkan sebagai sebuah laboratorium raksasa, dimana mahasiswa bereksperimen dengan berbagai cara, sekedar untuk belajar, mencari tau dan menggali berbagai potensi yang dimiliki untuk mempersiapkan diri agar kelak ketika terjun dalam realita masyarakat dan negara, ilmu itu pun dapat dimanfaatkan, entah dimanfaatkan secara pragmatis, ataupun dengan landasan ideologi dan idealisme,” tegasnya.
Lebih jauh, Nur juga mengatakan, jika disandingkan dengan sebuah negara, tentu kampus ini butuh seorang presiden. Sudah cukup masa transisi kampus tanpa badan eksekutif mahasiswa.

“Namun bagaimana kita bisa memilih seorang kepala negara jika badan penyelenggara nya saja tidak ada? Padahal semua sudah tertuang jelas dalam undang-undang dikti dan peraturan yang dikeluarkan kampus. Belum lama Tim Seleksi KPUM (Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa,red) membuka ruang untuk mahasiswa menjadi anggota KPUM, namun mandeg hingga hari ini. Ada apa sebetulnya yang terjadi, Ketua Timsel Suwaryo seperti sedang sibuk dengan agenda selfie nya..mungkin..,” jelas Nur.

Oleh karena itu, tegasnya, AMPK menuntut :
1. Segera selesaikan pembentukan KPUM
2. Timsel segera lanjutkan proses seleksi, jika tidak copot Suwaryo sebagai ketua timsel, karena dianggap tak punya kelamin untuk bisa memengang kedaulatan mahasiswa
3. Timsel jangan sibuk dengan urusan pribadinya.(vred/LLJ)

Copyright @2016 FBn