MEMINDAI SPIRIT TERUS TUMBUH: Tentang Cendekiawan Kampung Award (CKA) 2020

0
279

Pandeglang, fesbukbantennews. com (16/7/2020) – Ketika gagasan itu mengemuka, dua opini mengepung kepala saya: “Ya” dan “Tidak”. Persetujuan datang dari para pembina Cendekiawan Kampung (CK) dan “timbang-kembali” mengucur dari para sahabat yang saya anggap sebagai guru juga.

Cendekiawan Kampung Award (CKA) 2020.

Para sahabat mewanti-wanti, merasa khawatir kalau CKA diadakan, maka CK akan terjebak pada hal-hal yang sifatnya populis dan pada ujungnya bakal mengikis niat utama CK. Apalagi usia CK baru 1,5 tahun.

Sementara para pembina CK memberi anggukan setuju, lantaran mereka merasa CK sudah selayaknya memainkan peran yang lebih besar setelah setahun lamanya bergerak di kolong awan yang gelap. Sudah saatnya CK menunjukkan diri dan menjalin kolaborasi dengan sebanyak-banyak pihak. Apalagi ketika CKA rupanya bisa menjadi alat paling tepat dalam memetakan simpul-simpul pembakti kampung sebagai ikhtiar mewujudkan visi pembangunan kawasan perkampungan.

Okelah. Akhirnya CKA memang mempertemukan visi dan populi. Visi CK terwadahi, dapat publikasi dan semoga mengiluminasi.

CKA tidak dilombakan. CK memilih yang benar-benar berhak, tanpa intervensi, tanpa sentimen, tanpa syarat apapun. CK memberikan penghargaan sambil tetap menjunjung marwah penerima. CK ingin peraih CKA tetap bisa menegakkan kepala lantaran penghargaan diberikan untuk kerja-kerja baik semata.

Ide keren tidak masuk dalam kriteria. Bagi CK, gagasan yang keren adalah yang dieksekusi, bermanfaat bagi sekitar dan berkelanjutan. Kuncinya manfaat dan konsistensi. Dua kriteria itu yang menjadi basis apresiasi. Pada even PGK (Pembekalan Genius Kampung, 12-14 Juli 2020), CK lantas memfestivalisasi agar jadi inspirasi. Jadi tambang energi.

Terus Tumbuh di Ruang Serbaterbatas

Tentu ada banyak orang-orang berdedikasi yang berjuang tanpa berharap puja dan puji. Akan tetapi CK ingin mengetengahkan sosok-sosok baru. Persona sederhana dari kampung yang berjuang buat kemaslahatan di tengah keterbatasan.

Ada dua orang yang CK pilih sebagai peraih CKA 2020, yaitu Rohayati dan Munawir Syahidi.

Rohayati adalah seorang guru dari Desa Cibadak, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Perjuangannya mengasuh murid-murid yang tak mampu hingga mengantarkan mereka kuliah tentu bukan pekerjaan sepele. Dia menyekat dapur orang tuanya agar bisa dijadikan ruangan tempat anak-anak menginap lantaran jarak ke sekolah yang begitu jauh adalah tindakan sederhana namun tak semua orang sanggup melakukannya dengan rela. Apalagi ketika dapur yang disekat itu kemudian berkembang menjadi pondok khusus perempuan yang diberi nama Pondok Annisa.

Munawir Syahidi adalah guru honorer di MAN 4 Pandeglang. Sebelum mendirikan PAUD Alam Aksara Cahaya, berpuluh-puluh purnama dia menggelorakan kegemaran membaca di kalangan anak-anak dan pemuda di kampungnya di Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, melalui TBM Saung Huma.

Yang dilakukan Rohayati maupun Munawir Syahidi kecil saja. Semua orang bisa melakukannya. Namun konsistensi, kecintaan dan keikhlasan telah menelurkan manfaat yang berkelanjutan bagi sekitarnya. Kalau sudah berbicara ikhlas, cinta dan manfaat berkelanjutan maka tak ada lagi hal yang kecil, bukan?

CKA pada akhirnya tidak berhenti pada memberikan penghargaan semata. Hadiahnya memang terbilang lumayan: beasiswa S2 (senilai 30 juta), tropy, piagam penghargaan dan paket bingkisan. Akan tetapi yang membentang lebih dari itu, CKA ingin agar sosok-sosok sederhana namun memukau dengan pengabdian ini bisa berjumpa dengan orang-orang berdada malaikat yang siap menyisi di kanan-kiri, membersamai dan mendukung sepenuh hati. Dan itulah maksud keberadaan Cendekiawan Kampung yaitu sebagai platform yang mempertemukan genius kampung dengan pemberi beasiswa.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan dukungan. Saya juga mengajak pihak-pihak tersebut untuk terus bersama supaya CKA menjadi tradisi tahunan saban Pembekalan Genius Kampung (PGK) dihelat. Dunia membutuhkan banyak sekali kisah yang inspiratif agar generasi kita dan setelahnya bisa hidup dengan penuh optimisme.

Tahniah.

ATIH ARDIANSYAH
Pendiri CK & Inisiator Cendekiawan Kampung Award. (LLJ).