PKC PMII Banten Kecam Tindakan Represif Polisi Terhadap Aktivis PMII Pamekasan

0
548

Serang, fesbukbantennews.com (26/6/2020) – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pengurus Cabang Kabupaten Pamekasan, baru saja menggelar aksi unjukrasa terkait tambang galian C yang diduga ilegal.

Dalam unjukrasa tersebut PMII Pamekasan mendapatkan hal yang kurang menyenangkan saat berlangsungnya aksi tersebut.

PMII pamekasan mendapatkan tindakan pembubaran yang represif oleh kepolisian polres pamekasan, sehingga membuat para aktivis PMII lari berhamburan, juga terdapat korban luka saat pembubaran berlangsung, pada Kamis (25/06/2020).

Hal tersebut membuat geram PMII seluruh Indonesia, diantaranya adalah Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Provinsi Banten, angkat bicara terkait itu.

Ahmad Solahuddin selaku Ketua PKC PMII Banten mengaskan bahwa PMII tidak sepakat oleh tindakan yang diberikan oknum polisi kepada PC PMII Pamekasan.

“Kita PKC PMII Banten mengutuk keras tindakan represif oleh oknum polres pamekasan, hal ini jangan lagi terjadi, karena menyuarakan asprasi itu adalah hak setiap warga negara, terlebih hal ini dilakukan oleh kader-kader PMII yang notabennya sebagai kelompok mahasiswa yang selalu melakukan advokasi kebijakan publik untuk kepentingan masyarakat.” Pungkasnya, (26/06/2020)

Hal tersebut sangatlah membuat duka yang amat mendalam kepada seluruh PMII di Indonesia , Tegasnya PKC PMII Banten mengutuk keras hal tersebut.

“Ketika menyuarakan kepentingan-kepentingan masyarakat ini, ditindak represif oleh aparat yang seharusnya mengayomi memberikan keamanan malah berlaku sebaliknya, kita mengutuk keras hal itu.”

Evaluasi kinerja Polisi Republik Indonesia (Polri) adalah hal yang disarankan oleh Ahmad Solahuddin, Selain itu ia juga meminta agar oknum tersebut diberikan hukuman yang adil dan menegaskan kepada Kapolri agar memecat Polres Pamekasaan.

“Untuk itu kita meminta agar oknum tersebut ditindak tegas secara hukum seadil-adilnya, saya juga meminta agar jajaran Polisi Republik Indonesia segera mengevaluasi kinerja-kinerjanya, karena belum lama kejadian kader PMII meninggal dunia oleh oknum aparat dan hari ini terjadi lagi, Kapolri harus evaluasi, pecat Kapolres Pamekasan dan hukum pelaku tindakan represif.” Pungkasnya. (And/LLJ).