Pelaku, Penggiat dan Pengusaha Pariwisata Ajukan Mosi Tak Percaya ke Dinas Pariwisata Pandeglang

0
699

Pandeglang,fesbukbantennews.com (1/6/2020) – Buntut dari pembukaan dan penutupan yang dinilai plin-plan, serta pernyataan menyedihkan disudutkan kepada pelaku wisata (bayar penyembuhan covid 19 dilakukan secara mandiri) pelaku, penggiat dan pengusaha pariwisata di kabupaten Pandeglang sampaikan mosi tidak percaya terhadap dinas pariwisata Pandeglang

Pernyataan Dinas Pariwisata Pandeglang yang membuat resah pelaku Pariwisata (net).

Seperti disampaikan A. franky, selaku Ketua komunitas peduli pariwisata carita (KPPC), bahwa mosi tidak percaya terhadap dispar Pandeglang diajukan kepada bupati Pandeglang.

“Hal ini dilakukan atas Kurang bagusnya Penilaian Kita terhadap Kinerja lembaga daerah tersebut, ” Kata Franky kepada wartawan di Carita ,Pandeglang,Senub (01/06/2020).

Selain mengenai kinerja yang dirasa tidak maximal dan kurang tegas, lanjut Franky, hal yang paling menyedihkan adalah kurangnya sinergitas antara pelaku dan penggiat pariwisata carita dengan pemerintah setempat.

“Dalam hal ini dispar pandeglang, serta kita meminta adanya sekala prioritas mulai dari landmark,trotoar,penerangan,mobil sampah,pelatihan, Dan sdm wisata. Serta tata kelola wisata yang transparan dan mempuni, dan sangat di sayangkan, hilangnya pandeglang sebagai prioritas pariwisata nasional dan kurangnya sinerjitas dengan pelaku dan penggiat wisata carita, itu bagi kami adalah kemunduran yang mesti di evaluasi, maka kami meminta bupati segera melakukan resufle Birokrasi terhadap dinas Pariwisata tersebut, “ungkapnya.

Di tempat yang berbeda, ketua paguyuban pengusaha wisata terbuka pandeglang H. Dedi Saeful menyampaikan bahwa pihaknya mendukung upaya rekan-rekan para pelaku Pariwisata tersebut sebagai langkah strategis dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat sebagai masyarakat yang peduli terhadap pembangunan pariwisata Dikabupaten pandeglang

“Kami mendukung dan kami sepakat dengan upaya rekan-rekan pelaku dan komunitas peduli pariwisata yang akan menyampaikan mosi tidak Percaya Terhadap dispar kepada bupati, hal itu sangat baik Untuk pembangunan pariwisata dan sebagai Pengingat Bahwa masyarakat berhak menyampaikan pendapatnya, ” Kata Dedi.

Saat ditanya apakah mosi tidak percaya tersebut akibat dampak penutupan destinasi wisata, H dedi menyampaikan bahwa kita sebagai masyarakat bisa menilai sejauh mana manfaat dan kinerja dispar selama ini, terkait keputusan yang plinplan terhadap pembukaan dan penutupan objek wisata itu adalah puncaknya, ungkap pengelola wisata dikawasan mandalawangi tersebut.

Di tempat yang berbeda pula, Hasan Basri, salah satu Pekerja Objek wisata umum menyampaikan Dukungan kepada Para pengusaha dan pelaku pariwisata yang akan menyampaikan mosi tidak percaya Tersebut.

“sesuai dengan hak Kami sebagai masyarakat Dan kami berhak menyampaikan pendapat, dan pendapat kami terhadap dinas pariwisata pandeglang ini sangat buruk, ” Kata Hasan.

Hasan juga mengatakan, tidak ada langkah baik dan berwujud selama dinas pariwisata dipimpin oleh dokter asmani ungkapnya, program tidak tepat sasaran, keputusan plinplan, tidak ada kegiatan yang bersifat trobosan, dan yang pasti tidak ada kemajuan malah cenderung Mundur.

“Bagi kami sebagai masyarakat kalau tidak bisa memimpin ya mundur, ” Jelas Hasan.

Saat ditanya apa tuntutan yang diinginkan masyarakat dari mosi tidam percaya tersebut, Hasan menjawab bahwa intinya masyarakat ingin ada kemajuan dalam pariwisata, dan untuk mencapai kemajuan tersebut salah satunya memperbaiki sumberdaya manusia di dinas pariwisata agar bisa bersinergi dan membangun pariwisata bersama masyarakat ungkapnya.(ade/LLJ).