Untuk Bertahan Hidup Saat Covid-19, Nenek Sebatang Kara di Banten Cari Sisa Gabah di Sawah

0
2340

Serang, fesbukbantennews.com (14/5/2020) – Nenek Rusmi yang lahir tahun 1949 hidup sebatang kara dirumahnya yang reyot di Kampung Teras Tayib, RT 06 RW 03, Desa Kamaruton, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Rumahnya dari semen yang sudah berlubang di beberapa titiknya.

Nenek Rusmi dan tempat tinggalnya.(foto:dhyie).

Jangan bayangkan temboknya rapih dan bercat mengkilat. Begitupun kondisi atap rumahnya, sudah bolong di beberapa tempat bahkan nyaris ambruk. Meteran listrik pun tak ada dirumah itu, Nenek Rusmini harus meminta listrik dari saudaranya, karena tak memiliki uang untuk memasang listrik dan bayar tagihan setiap bulannya.

“Listriknya dapet ikut ke ponakan, ikut juga eggak pernah bayar. Iya tuh, acak&acakan rumahnya juga,$ kata Nenek Rusmini yang hanya bisa berbicara bahasa Jawa Serang (Jaseng), saat ditemui dikediamannya, Selasa (12/05/2020).

Di usia senjanya, Sang Nenek belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsos Ratu), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga Jaring Pengaman Sosial (JPS) covid-19 hingga BPJS Kesehatan pun tak dia miliki.

“Enggak dapet bantuan, cuma dapet bantuan beras doang dari Pak Camat. Enggak pernah dikasih apa-apa. Saya minta tolong di bantuin, tapi enggak bisa katanya. KTP, KK juga ada,” terangnya.

Untuk menyambung hidup dan bisa makan, Nenek Rusmi mencari sisa gabah di sawah ketika musim panen padi datang. Atau saat musim penghujan, dia akan mencari ikan di sungai dan persawahan.

Beruntung, ada saja warga yang perduli dengan Nenek Rusmi dengan membeli gabah dan ikan kecil yang dia cari.

“Makannya dikasih, kadang ada yang ngasih, kadang dari bekas padi di sawah, paling dapet setengah ember. Cari ikan kecil kecil di kali untuk dijual lagi. Ada aja (yang beli) kalau kasian mah,” ujarnya.

Salah satu warga setempat yang berupaya membantu Nenek Rusmi mengaku sudah berusaha agar sang nenek bisa mendapatkan bantuan, seperti mengumpulkan KTP dan KK dalam pendataan. Nyatanya, hingga kini tak pernah datang bantuan itu ke rumah sang nenek yang memasaknya masih menggunakan kayu bakar.

“Iya enggak pernah dapet, paling sodaqoh itu (dapetnya), (bantuan dari) pemerintah mah enggak pernah dapet. Bantuan corona ini enggak dapet,” kata warga setempat, Marfua’ah, ditempat yang sama, Selasa (11/05/2020).(dye/LLJ).