Terapkan Belajar di Rumah, Sejumlah Orang Tua Siswa di Banten Menjerit Terbebani Biaya Internet

0
5894

Serang,fesbukbantennews.com (13/4/2020) – Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Kementrian Pendidikan Hingga kepala daerah memutuskan anak didik belajar di rumah.

Wakil Ketua DPRD M Nawa Said

Sudah beberapa pekan, anak didik mulai belajar di rumah, dengan melalui beberapa aplikasi roomclas atau aplikasi WA. Dan guru guru biasanya mengirim beberapa video dan petunjuk apa yang harus di kerjakan siswa

Sebenarnya Orang tua siswa sangat memahami kondisi saat ini, akan tetapi timbul kesulitan orang tua, dimana Orang tua juga selain harus menyiapkan perangkat Android juga menguras pulsa yang tidak sedikit.

Keluhan sejenis juga dirasakan di semua sekolah, baik SMA/SMK, SMP maupun SD yang juga mengeluhkan beratnya biaya hidup yang di ya tanggung orang tuanya bahkan beratnya penugasan dari guru yang harus dikerjakan dengan waktu yang semput, di sisi lain masih banyak tugas dari guru lain

Beberapa keluhan Orang tua tersebut rupanya menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD M Nawa Said dari Partai Demokrat. Yang mengatakan di akun Facebook pribadinya

“Belajar di rumah sudah di terapkan di SMU/SMK Negeri di Banten sejak 15 Pebruari 2020. Tapi sampai saat ini belum ada refocousing anggran pendapatan & belanja sekolah yang dialokasikan untuk paket internet siswa, sehingga orang tua siswa harus mengeluarkan uang antara 60 – 120 ribu untuk pembelian paket internet.

Semoga Para Kepala Daerah & Kementrian Pendidikan segera membuat regulasi terkait penggunaan BOS & BOSDA untuk bantu siswa beli paket internet, krn saya yakin mereka semua juga terdampak. Ungkapnya.

Di tempat terpisah Rochman Setiawan, tokoh pemuda banten membenarkan keluhan Orang tua siswa saat ini.

Bagaimana tidak, Orang tua harus ber aktivitas, juga mendampingi anak anaknya mengerjakan tugas, juga Orang tua juga harus menyediakan Kuota yang besar. Lalu bagaimana dengan orang tua yang hidupnya pas Pasan, tidak memiliki HP Android? Apa ada solusi dari sekolahan, ada solusi dari pemerintah?

Sedangkan sampai saat ini pun, di beberapa media, pemerintah baru membahas anggaran. Lamban sekali.

Saya sangat mendukung, Anggota DPRD M Nawa Said untuk mendorong eksekutif agar ada anggaran untuk membantu siswa dan orang tua siswa dalam permasalahan ini. Tutupnya. (Men/LLJ).