Melalui Spanduk Unik, Polres Serang Kota Ajak Warga Tidak Mudik Saat Pandemi Corona

0
2131

Serang, fesbukbantennews.com (8/4/2020) – Berbagai cara dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengajak masyarakat agar tidak mudik ditengah pandemi covid-19. Mulai pemasangan spanduk hingga membuat cover lagu di YouTube.

Spanduk di Kawasan Petir.

Spanduknya sendiri memuat tulisan unik, seperti yang terpampang di Kecamatan Waringin Kurung, yang menolak oleh-oleh dari kota, karena khawatir membawa virus Corona, “Tidak menerima oleh-oleh Covid-19 dari kota. Mudik membawa Corona, sengsara sekeluarga” begitu tulisan spanduknya.

Setidaknya, Polres Serang Kota memasang spanduk di 21 titik dengan berbagai macam tulisan dan kata-kata himbauan agar masyarakat tidak mudik ke kampung halaman. Terlebih, Pelabuhan Merak di Kota Cilegon, Banten, menjadi primadona perlintasan pemudik untuk menyebrang ke Pulau Sumatera, begitupun sebaliknya.

“Kami pasang himbauan sebagai langkah mengingatkan kepada masyarakat, agar keluarga mereka tidak melakukan mudik atau pulang kampung. Demikian juga sebaliknya, sehingga cukup tinggal di rumah untuk sementara waktu,” kata Kapolres Serang Kota, dalam siaran pers resminya, Rabu (08/04/2020).

Himbauan untuk tidak mudik dan tetap berada dirumah pun di sosialisasikan oleh jajaran Polres Serang Kota melalui sebuah lagu yang di unggah ke youtube Serang Kota, dengan judul ‘Menyambut Ramadhan-Keluarga Asix, Cover Polisi Resor Serang Kota’, https://youtu.be/e58ccjwEoYU

Lagu cover itu baru di unggah lima jam lalu dan sudah di tonton oleh ratusan netizen. Isi lagunya, ajakan agar masyarakat tidak mudik, tetap berada dirumah dan melakukan pola hidup sehat. Video klipnya di ambil di sekitar Mapolres Serang Kota. Kapolres, AKBP Edhi Cahyono, Kasatreskrim AKP Indra Feradinata, Kasatlantas AKP Tesyar Rofahadli dan para brigadir turut serta dalam video tersebut.

Mereka pun diwajibkan “berlaga” seperti anak band yang pandai memainkan alat musik dalam video tersebut. Ada yang menjadi vokalis, penabuh drumb, bermain gitar hingga keyboard.

“Kita tahu bahwa di Indonesia sudah menjadi tradisi mudik di saat Hari Raya Idul Fitri. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, maka pemerintah telah menegaskan agar masyarakat tidak melakukan mudik, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” terangnya.

Edhi Cahyono berharap masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Karena dengan berkerumun atau tidak adanya jarak fisik, bisa mempercepat penularan covid-19.

“Himbauan tidak mudik itu, tidak hanya kita pasang pada jalan protol yang masuk wilayah Kota Serang saja, tapi juga kita pasang ditempat keramaian lainnya. Harapan kami, warga masyarakat melaksanakan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah, semoga Covid-19 segera berlalu,” jelasnya..(dhyie/LLJ)