Fakta,Data dan Kebohongan Publik Bupati dan Sekda Pandeglang Terkait Jalan Rusak

0
4805

Pandeglang,fesbukbantennews.com(11/3/2020) – Aliansi Independen Peduli Publik
(ALIPP) menduga ada kebohongan publik yang dilakukan oleh Bupati dan Sekda Pandeglang terkait jalan rusak yang ada di pandeglang.

Seorang warga menari di jalan rusak di Pandeglang .

Demikian diungkapkan ALIPP melalui rilis kepada FBn.Inilah Lengkapnya :

Aliansi Independen Peduli Publik
(ALIPP)

Siaran Pers

Terkait Jalan Rusak di Pandeglang

FAKTA, DATA DAN KEBOHONGAN PUBLIK BUPATI & SEKDA

Untuk diketahui publik, bahwa di wilayah Kabupaten Pandeglang terdapat 11 ruas jalan Propinsi dan 4 ruas jalan Nasional di wilayah Pandeglang.

RUAS JALAN PROVINSI :

  1. Ruas Jalan Mengger – Mandalawangi sampai Caringin. ( jalan flexible / hotmic dan rigid beton)
  2. Akses ke TPI Teluk Labuan (jalan rigid beton)
  3. Simpang tiga Labuan, pasar Labuan sampai Simpang Tiga Telkom. (Hotmix dan Beton)
  4. Jalan Mandalawangi ke Ujung Tebu, perbatasan dengan Ciomas Kabupaten Serang (hotmix dan beton)
  5. Jalan Panimbang – Perdana – Angsana Munjul (full beton)
  6. Jalan Munjul ke Picung (beton)
  7. Jalan Munjul – Cikaludan sampai Cikeusik (beton)
  8. Jln Ciseukeut – Sobang sampai Tela (beton)
  9. Jln Tanjung Lesung – Sumur ke daerah Kopi (beton)
  10. Jln Cigadung – Pasar Pandeglang sampai pertigaan Cipacung (hotmix)
  11. Saketi – Banjarsari – Jalupang – pasar Malingping sampai pertigaan Terminal Malingping Kabupaten Lebak (beton)

RUAS JALAN NASIONAL :
Dikelola PJN 2 (Pembangunan Jalan Nasional 2), terbagi 3 PPK dan satu Satker SKPD :

  1. PPK 1: Jalan Simpang tiga Cilegon, ke simpang tiga Labuan, ke Tarogong, terus Citeureup sampai Tanjung Lesung. Ciiteureup sampai pertigaan Cibaliung. (Hotmix dan noer spot beton)
  2. PPK 2: Jalan Sumur ke Cimanggu, ke Cibaling sampai ke Cikeusik muara Binuangeun (hotmix dan beton)
  3. PPK 3: Jalan Muara Binuangeun, ke Bayah sampai Batas Jawa Barat di Cibareno
  4. Satker SKPD: Jalan Serang Palima sampai Cigadung, terus ke Jalan AMD Lintas Timur Cikole, ke Cipacung – Cipeucang sampai Tarogong. Jalan pandeglang – Rangkasbitung sampai Cigelung.

Semua jalan yg mengitari Kabupaten Pandeglang yg menghubungkan ke Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon semuanya terhampar padat mantap dilalui adalah bukan Jalan Kabupaten, melainkan ruas Jalan Nasional dan ruas Jalan Provinsi (kecuali dari Mengger – Mandalawangi sampai ke Jiput yang masih sempit dan rusak ringan dan menjadi PR bagi Gubernur Wahidin Halim).

KEBOHONGAN PUBLIK

Tertuang dalam dokumen Pemkab bahwa terdapat 233 ruas jalan di Kabupaten Pandeglang, dengan total panjang 723 KM. Selama 4 tahun, dari panjang 723 KM, baru sekitat 230 KM saja jalan yang bisa dikerjakan, berbanding terbalik dengan statement Bupati Irna Narulita Dimyati bahwa jalan bagus di Pandeglang 53% pada acara diskusi publik yang digelar di Graha Mahesa – Serang (09/02/2020). Bahkan pada tanggal 22/01/2020 Irna mengatakan “Kami sudah bangun kurang lebih 1.324 KM, namun yang sudah di bangun jarang terpublikasi. Tapi tidak masalah yang terpenting pembangunan akan terus berproses.”

Sementara Sekda Fery Hasanudin mengklaim jalan bagus di Pandeglang mencapai 71,51%. Dalam kesempatan yang sama dengan Sekda, Kadis PUPR Asep Rahmat mengatakan “Rata-rata dari tahun ke tahun terhitung dari 2016-2019, bahwa semua target yang tertuang dalam RPJMD tercapai dan bahkan melampaui target. Jadi saat ini yang kondisi mantap (baik) itu 71,51% atau 517,06 KM dan kondisi tidak mantap itu 28,49% atau 205,98 KM” (24/01/2020).

Dari angka yang disebut berbeda saja sudah jelas indikasi kebohongannya. Didukung lagi dengan fakta di lapangan, bahwa jalan yang diperbaiki pada umumnya hanya di jalur yang terhubung langsung dengan Jalan Nasional atau Jalan Provinsi. Pembangunannya rata-rata satu sampai dua kilometer saja. Selebihnya dibiarkan hancur lebur. Bahkan masih banyak ruas jalan yang hanya hamparan tanah, tanpa batu apalagi aspal, hotmix apalagi coran.

Memperhatikan dokumen (terlampir), kondisi jalan dibuat dalam 5 kategori. 1.Baik 2.Baik/Sedang 3.Sedang 4.Sedang/Rusak 5.Rusak. Dari 233 jalur, yang terkategorikan baik, tertulis 16 ruas jalan, yakni jalur 1.Kadumerak-Sempora, 2.Pabrik-Sempora di Kec. Karangtanjung; jalur 3.Pandeglang-Cicadas Kec. Pandeglang; 4.Ciekek-Kadomas Kec. Majasari; jalur 5.Batubantar-Kadukacang (Kadu Dodol) 6.Babakan Sompok-Kamalangan Kec. Cimanuk; Jalur 7.Jasugih-Bojongdatar, 8.Pasar Bojong-Kumpay Kec.Bojong; 9.Cimanying-Pasar Menes, 10.Ciputri-Pasar Menes, 11.Menes-Muruy Kec. Menes; jalur 12.Bengras-Psr.Gandu Kec. Carita; jalur 13.Bama-Pagelaran, 14.Pagelaran-Pasirkadu, 15.Babakan Masjid-Pagelaran Kec. Pagelaran; jalur 16.Ciwangun-Cikadu Kec. Cibaliung.

FAKTA
Dokumen Itu pun jelas tidak semua sesuai fakta. Sebab sebagai warga Menes, saya bisa tunjukkan fakta jalur Cimanying-Pasar Menes dan Ciputri-Pasar Menes. Bahwa kenyataannya hanya dari pertigaan Cimanying sampai jembatan Kadulogak saja yang bagus. Sementara dari jembatan Kadukombong melalui depan Kantor Camat, Puskesmas, sekeliling alun-alun depan Polsek, kecuali sebagian Pasar Menes, hingga Kadulogak kondisinya hancur. Demikian pula jalur Ciputri-Pasar Menes, yang bagus hanya dari pertigaan Ciputri sampai Kadulogak yang bagus, selebihnya hancur. Ini nyata Kebohongan Publik !

Demikian pula fakta berikutnya. Jalur Bama-Pasar Pagelaran yang juga diklaim sebagai jalan yang bagus. Ya, jalan dari pertigaan Bama sampai kampung Sukamandi memang sudah bagus, tapi dari Sukamandi, Sukagari, Sumur Waru, Ciputri, Ciamis, Kp. Sawah, kp. Pasar, Pasar Pagelaran, hancur lebur.

Tak terkecuali jalur Babakan Masigit-Pasar Pagelaran yang turut disebut jalan bagus. Nyatanya dari pertigaan Babakan Masigit memang bagus, hingga sekitar 500 meter saja. Selebihnya dari Montor, Purut, Kapinango, Ciupas, Margahayu, Kahuripan, Kp. Lor, depan Puskesmas, Kantor Kecamatan hingga Pasar Pagelaran, kondisinya rusak berat. Di depan Pasar malah tak ubahnya seperti kolam ikan.

Hal menyedihkan lainnya, nama jalan di kecamatan Sobang hanya ada jalur Sobang-Bojen saja yang ada dalam dokumen tersebut. Padahal disana terdapat 8 desa (Bojen, Bojen Wetan, Cimanis, Kertaraharja, Kutamekar, Pangkalan, Sobang dan Teluk Lada). Demikian pula di Kecamatan Patia, hanya ada dua jalan, yakni jalur Surianeun-Cimoyan dan jalur Cimoyan-Pasirgadung. Padahal disana terdapat 10 desa (Babakan Keusik, Ciawi, Cimoyan, Idaman, Pasirgadung, Patia, Rahayu, Simpang Tiga, Surianeun dan Turus).

Lucunya mereka mengaku telah membangun jalan sepanjang 1.324 KM. Sekarang makin terang benderang bohongnya. Dimana posisi 1.324 KM jalan yang dikatan Irna Narulita Dimyati dan Sekda Fery Hasanudin sudah dibangun ? Inilah yang kami sebut Irna Omdo dan terkategorikan sebagai KEBOHONGAN PUBLIK.

Pandeglang, 11 Maret 2020
Direktur Eksekutif ALIPP,

Uday Suhada.