IKAPI dan IDRI Banten Gelar Workshop dan Pendampingan Penulisan Buku

0
17

Serang,fesbukbantennews.com (10/12/2019) – Ikatan Penerbit Indonesia ( IKAPI) Banten bekerjasama dengan Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI ) Banten menggelar acara workshop dan pendampingan penulisan buku ajar, buku referensi dan monograf. Acara workshop dan pendampingan di pandu langsung oleh Bambang Trimansyah selaku Direktur Institut Penulis Indonesia skaligus Direktur LSP PEP.

IKAPI dan IDRI Banten Gelar Workshop dan Pendampingan Penulisan Buku .

Bertempat di Hotel Abadi Serang, selama dua hari (7-8 Desember), workshop dan pendampingan diikuti peserta sebanyak 35 orang yang datang dari Jakarta, Bandung, Lampung, Tangerang dan Serang. Mereka berasal dari kalangan Dosen, Guru dan Penggiat Literasi

Dalam sambutannya Achmad Rozi El Eroy selaku Ketua IDRI Banten mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi para Dosen dan Guru khususnya dalam memiliki keterampilan menulis buku ajar dan monograf.

“Selama ini kalau kita perhatikan, Dosen masih sering kesulitan untuk membuat buku ajar ataupun bahan ajar. Terlebih melakukan konversi hasil penelitian menjadi sebuah buku,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Dosen dan Guru yang mengikuti workshop ini dapat memiliki persepsi yang sama bagaimana menyusun naskah sebuah buku, atau mengkonversi hasil penelitian menjadi sebuah buku.

Sementara itu Ketua IKAPI Banten Andi Suhud Trisnahadi mengatakan, masih banyak dosen atau guru yang salah kaprah dalam membuat naskah buku. Kesalahkaprahan ini bisa dilihat dari hal-hal yang paling ringan, seperti Kata Pengantar buku.

“Kata pengantar buku seharusnya di tulis oleh orang lain yang memiliki keahlian atau kepakaran dalam bidang yang sesuai buku itu ditulis. Tetapi, banyak dosen atau guru menulis kata pengantarnya dengan tulisan penulisnya sendiri. Dan ini sudah menjadi kesalahkaprahan disemua level penulis, tidak saja guru tetapi juga dosen,” ujarnya.

Bambang Trimansyah selaku pemateri dalam workshop ini mengatakan para dosen dan guru harus segera Insyaf dari segala bentuk kesalahkaprahan dan pemahaman yang keliru tentang menulis buku ajar.

“Para Dosen masih banyak yang keliru dalam memahami apa arti Daftar pustaka, daftar rujukan atau misalnya tentang isbn. Para Dosen beranggapan bahwa sebuah buku yang ber Isbn adalah buku yang berkualitas. Padahal, ISBN tidak ada hubungannya dengan mutu dan kualitas buku. ISBN hanyalah instrumen penomoran dan pengkodean buku agar mudah dikenali,” ujarnya.

Kegiatan workshop diakhiri dengan pendampingan menulis ikhtisar dan anatomi buku yang dipandu oleh tim pengurus Ikapi Banten. Dan sebelumnya di dahului penyampaian materi tentang Penyuntingan buku oleh Arip Sanjaya selaku Asesor LSP PEP.(ast/LLJ).