Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dicabuli Pimpinan Ponpes, 4 Santriwati di Kota Serang Lapor Polisi

Dicabuli Pimpinan Ponpes, 4 Santriwati di Kota Serang Lapor Polisi

Serang,fesbukbantennews.com (17/2/2016) – Lagi, kasus pencabulan melanda Kota Serang. Baru beberapa hari seorang guru yaang diduga mencabuli puluhan muridnya, kini pimpinan pondok pesantren (ponpes) sekaligus pengajar berinisial AK di salah satu ponpes di Taktakan, Kota Serang dilaporkan lantaran diduga mencabuli empat santrrina. Bahkan kasus dugaan asusila oleh AK tersebut sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu.

Ilustrasi.(net)

Ilustrasi.(net)

Keempat santriwati yang mengaku menjadi korban AK adalah MH (17), LH (17), SA (15) dan JT (16). Dari keempat korban satu diantaranya merupakan alumni dari ponpes berinisial MH. Keempat korban didampingi keluarganya akhirnya sepakat melaporkan dugaan pencabulan tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang, Rabu (17/2/2016).

Terungkapnya kasus dugaan tindak pencabulan tersebut setelah salah satu korban berinisial JT gerah dengan perlakuan AK. Kemudian JT yang memiliki kedekatan kerabat korban bernama Deni menceritakan perlakuan AK. JT menurut Deni tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kepada orang tuanya. Oleh Deni cerita JT itu kemudian dilaporkan orang tuanya.

“Jadi si JT ini bilang ke saya (Deni, red) pas sudah kejadian. Dia cerita satu bulan yang lalu. Akhirnya saya lapor ke bapaknya JT akhirnya musyawarah ke Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah mendukung untuk dilaporkan,” ujar Deni saat ditemui di UPPA Polres Serang, Rabu (17/2/2016).

Atas perilaku AK tersebut ketiga korban akhirnya sepakat untuk mengurus pindah ponpes. Pemindahan ponpes diurus setelah selesai mengikuti proses ulangan. “Mau pindah, tapi belum diurus surat pindahnya,”ungkapnya.

Menurut korban MH ia mendapatkan tindak pencabulan pada bulan Juni tahun 2012 lalu. Saat itu AK menghampir MH dan meminta agar dipijit di salah satu saung lingkungan pondok pesantren.

Rupanya alasan minta dipijit tersebut adalah akal bulus AK agar dapat melakukan perbuatan cabul. Kondisi ponpes yang sepi membuat AK leluasa melakukan perbuatan tidak terpuji itu.

“Minta dipijit sama saya. Pas dipijit Abah (AK, red) ngakunya lagi capek, terus pas dipijit tangannya kemana-mana, meluk dan cium pipi saya,” kata MH saat menunggu diperiksa penyidik. (aden/LLJ)

Copyright @2018 FBn